66 % Positif Covid-19 di New York Mengaku Tidak Keluar Rumah

Virus Corona Covid-19

PESAT.id – Pandemi virus corona atau Covid-19 di dunia terus memakan korban. Terutama di Amerika Serikat yang saat ini tercatat sebagai negara dengan kasus terbanyak. Dalam sebulan terakhir ini angka kematian akibat virus corona di Amerika bahkan mencapai sekitar 2 ribu orang per hari.

Menariknya, sebuah penelitian terhadap sekitar 1.000 pasien baru terinfeksi virus corona di New York mengaku terus berada di dalam rumah. Dilansir dari Daily Mail, sekitar 1.000 pasien, 66 persen diantaranya tinggal di rumah dengan 18 persen di antaranya tinggal di panti jompo. Hal tersebut memicu munculnya pertanyaan apakah lockdown yang dilakukan pemerintah itu efektif. Penyebaran virus diduga terjadi ketika keluar rumah untuk membeli bahan makanan atau barang penting lainnya.

Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan bahwa penyebaran terjadi dikarenakan perilaku pasien positif corona yang tidak mengindahkan aturan lockdown dan karantina pribadi.

Dari informasi yang disebutkan pasien di New York, 80 persen di antaranya mengaku tidak menggunakan angkutan umum setelah adanya aturan lockdown dan anjuran untuk tetap tinggal di rumah sejak Maret 2020 lalu. Pasien yang saat ini masih dirawat di rumah sakit, 73 persen berusia di atas 51 tahun. Sedangkan mereka dengan usia 61 hingga 70 tahun, tercatat hanya 20 persen dari pasien baru yang kini tengah di rawat.

Cuomo juga mengatakan bahwa dari hasil survei yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien positif Covid-19, diperkirakan infeksi terjadi dikarenakan perilaku pasien, bukan karena lockdown yang tidak efektif. Dia mengatakan bahwa dengan tetap tinggal di rumah dapat menekan penyebaran virus.

Saat ini di New York telah tercatat lebih dari 320.000 kasus positif dengan angka kematian mencapai 19.877 orang. Di seluruh Amerika Serikat sendiri, kasus positif corona bahkan sudah lebih dari 1,2 juta orang dengan angka kematian mencapai 74.000 jiwa.

Meski begitu, grafik kasus baru infeksi virus Covid-19 di New York kini mulai menunjukkan garis lurus. Ini berarti jumlah kasus baru tidak meningkat drastis.

“Angka-angka di seluruh negara akan naik. Bagi saya itu membuktikan apa yang kita lakukan di sini. Apa yang kami lakukan di sini menunjukkan hasil,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa lockdown akan tetap berlaku, setidaknya hingga 15 Mei 2020 mendatang. Ketika lockdown sudah tidak berlaku lagi, sejumlah tempat kegiatan harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Seperti pada pekerja manufaktur dan konstruksi, layanan masyarakat, restoran, tempat pendidikan dan hiburan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here