BERBAGI
source: google.com

ANALISIS SWOT – Dalam dunia organisasi atau kelembagaan, kita sering mendengar tentang suatu analisis yang melihat keadaan internal ataupun eksternal suatu organisasi. Analisis tersebut kemudian yang akan diterapkan sebagai dasar untuk merancang taktik dan program kerja. Analissis tersebut ialah Analisis SWOT. Analisa internal meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analitik eksternal mencakup elemen peluang (Opportunity) dan tantangan (Threaths).


Terdapat dua tipe pendekatan yang biasa dilakukan ketika merancang taktik atau strategi memakai analisa SWOT, yakni:

Pendekatan Kualitatif Matriks SWOT

unida.ac.id

Kearns mengoptimalkan pendekatan kualitatif matriks SWOT yang digambarkan dengan delapan kotak. Dua kotak paling atas ialah kotak unsur eksternal yang terdiri dari peluang dan tantangan. Sedangkan dua kotak pada bagian paling kiri merupakan unsur internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan.

Empat kotak lainnya ialah kotak informasi maupun isu strategis yang muncul sebagai hasil dari titik pertemuan antara unsur-unsur pada elemen internal maupun eksternal. Berikut ilustrasinya:

slideshare.com

Keterangan:

Sel A: Comparative Advantages

Sel ini mengemukakan pertemuan dua elemen sehingga memberikan kemungkinan bagi suatu organisasi untuk bisa berkembang lebih pesat. Caranya dengan memanfaatkan kekuatan yang ada untuk meningkatkan kompetitifnya.

Sel B: Mobilization

Sel ini menerangkan interaksi antara ancaman dan kekuatan. Di sini semestinya terdapat upaya mobilisasi sumber tenaga yang merupakan kekuatan organisasi untuk memperlunak ancaman dari luar tersebut, yang nantinya bahkan dapat merubah ancaman itu menjadi sebuah peluang.

Sel C: Divestment/Investment

Sel ini merupakan interaksi antara kelemahan organisasi dan peluang dari luar. Kondisi seperti ini memberikan suatu alternatif pada kondisi yang terlihat tidak jelas atau kabur. Kesempatan yang tersedia amat meyakinkan, tetapi tak bisa dimanfaatkan. Hal ini disebabkan oleh tenaga yang ada tak cukup untuk menggarapnya. Alternatif keputusan yang diambil dapat berupa melepas kesempatan yang ada untuk dimanfaatkan organisasi lain atau memaksakan menggarap kesempatan itu (investasi).

Sel D: Damage Control

Sel ini memberitahukan kondisi yang paling lemah dari seluruh sel, sebab sel ini tempat pertemuan antara kelemahan organisasi dengan ancaman dari luar. Karenanya keputusan yang salah akan membawa petaka yang besar bagi organisasi. Strategi yang wajib diambil ialah Damage Control (membatasi kerugian) sehingga tak menjadi lebih parah dari yang diperkirakan. Cara yang bisa dilakukan ialah membenahi sumber daya yang ada.

Pendekatan Kuantitatif Analisis SWOT

informazone.com

Selain pendekatan kualitatif, analisis ini juga dapat dicpai dengan menggunakan teknik kuantitatif. Analisis SWOT kualitatif tersebut di atas dapat dioptimalkan secara kuantitaif via perhitungan SWOT yang dioptimalkan oleh Pearce dan Robinson (1998) agar diketahui secara pasti posisi organisasi yang sebenarnya.

Perhitungan yang dilaksanakan melewat tiga tahap, yakni:

Tahap Pertama

  • Melaksanakan perhitungan poin (a) dan muatan (b) poin unsur serta jumlah sempurna perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada tiap-tiap unsur S-W-O-T.
  • Menghitung nilai (a) masing-masing poin unsur yang dijalankan secara bebas (penilaian terhadap sebuah poin elemen tidak boleh dipengaruhi atau mempengaruhi pengevaluasian kepada poin unsur lainnya). Opsi rentang besaran skor betul-betul memastikan akurasi pengevaluasian, tetapi yang biasa diterapkan ialah dari 1 sampai 10, dengan asumsi nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10 berarti nilai yang paling tinggi.
  • Perhitungan bobot (b) masing-masing point elemen dilaksanakan secara saling ketergantungan. Artinya, penilaian kepada satu poin faktor ialah dengan membandingkan tingkat kepentingannya dengan poin elemen lainnya. Sehingga formulasi perhitungannya ialah nilai yang telah didapatkan (jangka nilainya =banyaknya point unsur) dibagi dengan banyaknya jumlah poin faktor).

Tahap Kedua

Setelah melakukan perhitungan pada tahap pertama. Kita harus melakukan pengurangan antara jumlah sempurna faktor S dengan W (d) dan faktor O dengan T (e). Perolehan angka (d = x) berikutnya menjadi poin atau titik pada sumbu X. Sementara perolehan angka (e = y) selanjutnya menjadi nilai atau spot pada sumbu Y.

Tahap Ketiga

Tahap terakhir ialah mencari posisi organisasi yang dijelaskan oleh titik (x,y) pada kuadran SWOT.

Bagan Analisis SWOT

Keterangan:

Kuadran I (positif, positif)

Posisi ini membuktikan bahwa sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang. Rekomendasi taktik yang diberikan ialah Progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap. Sehingga benar-benar dimungkinkan untuk terus menjalankan ekspansi, memperbesar pertumbuhan, dan meraih kemajuan secara maksimal.

Kuadran II (positif, negatif)

Posisi ini membuktikan sebuah organisasi yang kuat, tetapi menghadapi tantangan yang besar. Taktik yang disarankan yaitu Diversifikasi Strategi. Maksudnya adalah organisasi berada pada situasi mantap, namun juga menghadapi sejumlah tantangan berat, sehingga perlu melakukan suatu diseertivikasi pada strategi yang dilakukan.

Sehingga diperkirakan roda organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus berputar jika hanya bergantung pada taktik sebelumnya.  Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk mulai memperbanyak variasi strategi taktisnya.

Kuadran III (negatif, positif)

Posisi ini menggambarkan sebuah organisasi yang lemah, namun sungguh-sungguh berpeluang. Anjuran taktiknya ialah Ubah Taktik, artinya organisasi disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Karena, strategi yang lama dikhawatirkan susah untuk dapat menangkap kesempatan yang ada sekaligus memperbaiki performa organisasi.Sehingga, organisasi tetap tidak akan mendapatkan peluang itu.

Kuadran IV (negatif, negatif)

Sebuah organisasi di posisi ini termasuk yang lemah dan menghadapi tantangan besar. Anjuran taktik yang diberikan adalah Strategi Bertahan, artinya kondisi internal organisasi berada pada alternatif dilematis. Oleh karenanya organisasi disarankan untuk memakai strategi bertahan, mengontrol performa internal supaya tak semakin terjerembab. Taktik ini dipertahankan sambil terus berusaha memperbaiki diri dengan strategi-strategi yang lebih dimatangkan.

Demikian 2 jenis pendekatan yang biasa digunakan untuk melakukan analisis SWOT. Semoga dengan artikel mengenai analisis SWOT ini pembaca dapat terbantu dalam menganalisa kondisi organisasi, bisnis, pribadi, ataupun perusahaan secara baik dan akurat. Selamat mencoba!

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here