SHARE
helmi kamal lubis

Jakarta – Dana Pensiun Pertamina selama bertahun-tahun dikelola tanpa adanya kompetensi. CEO Dana Pensiun Pertamina Helmi Kamal Lubis membeberkan strateginya dalam membenahi perusahaan ini. DDia mengatakan bahwa dulu bekerja di sekuritas sebelum memimpin DP Pertamina, seorang independent consultant. Intinya, saya lebih menjadi senior advisor bagi perusahaan-perusahaan sekuritas.

Dikatakan Helmi Kamal Lubus, dia memang sudah berpengalaman dalam dunia investasi. Pernah bekerja di ING Barings, lebih banyak di corporate finance dan restructuring. Kemudian pindah ke perusahaan sekuritas Sigma Batara sebagai investment banking.

Menjadi pemimpin DP Pertamina sendiri dijelaskannya merupakan tantangan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, pertengahan 2013 yang lalu. Dijelaskan Helmi, saat itu dia menanyakan apakah bisa manfaat pensiun dinaikkan tanpa membebani Pertamina. Dan saat ini mereka sudah berhasil menaikkan manfaat pensiun sebesar 30% tanpa duit Pertamina.

Helmi turut menerangkan bahwa meski diangkat oleh Pertamina, namun dia tidak unduk kepada Pertamina dalam hal kebijakan melainkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.

Helmi Kamal Lubis (Tengah)

“Saya selalu beranggapan, akibat yang saya tanggung bakal sangat buruk apabila saya tunduk kepada intervensi dan membuat kinerja perusahaan menjadi buruk karena langkah manuver sangat dibatasi, seperti yang sudah-sudah terjadi di DP Pertamina sebelum saya. Dampak buruknya adalah nama saya akan selamanya tercoreng dan tidak dipercaya lagi di dunia pasar modal.” Jelas Helmi.

Pada April 2015 yang lalu, DP Pertamina sudah memiliki dana kelolaan sebesar Rp 10,053 triliun. Dengan perolehan itu, kemungkinan target dana kelolaan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp 10,40 triliun bisa terlampaui.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here