Batuan Beku: Pengertian, Macam-macam, dan Gambarnya

oleh -413 views
flickr.com

BATUAN BEKU – Bumi memiliki permukaan yang padat yang tersusun dari berbagai jenis batuan. Sehingga bisa dimasukkan sebagai planet kebumian. Selain itu, permukaan bumi juga bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu permukaan yang berupa daratan dan permukaan yang berupa lautan.


Daratan adalah bagian lapisan bumi yang paling mudah diamati secara langsung dan jelas. Sehingga manusia dapat mengetahui dengan cepat dan baik berbagai hal mengenai daratan.  Salah satu hal yang bisa diketahui adalah kenyataan bahwa daratan tersusun dari berbagai jenis batuan-batuan. Di mana batuan tersebut dibedakan berdasarkan jenis materi penyusun batuan dan proses terbentuknya batuan-batuan tersebut. Di antaranya seperti batuan sedimen, beku, dan metamorf.

Batuan Beku

Ilmu yang mempelajari secara khusus berbagai jenis batuan biasa disebut petrology. Kenyataannya bahwa batuan beku sebenarnya telah banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sebagian besar orang hanya mengetahui cara memanfaatkannya aja.

Hanya sebagian kecil saja yang mengetahui asal usul terbentuknya dan berbagai hal mengenai batuan beku ini. Sederhananya, batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari proses pembekuan magma yang keluar dari dalam perut bumi.

Pengertian Batuan Beku

Batuan beku atau kerap disebut igneous rocks merupakan batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral. Batuan ini terbentuk akibat pembekuan yang berasal dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya mampu dicermati berdasarkan besarnya mineral penyusun batuan tersebut.

Batuan beku plutonik pada umumnya mengalami proses pembentukan yang pembekuan magmanya terjadi dalam waktu lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya cenderung berukuran besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang kerap dijadikan hiasan rumah).

Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya mengalami proses pembentukan yang terjadi melalui pembekuan magma yang terjadi dalam waktu yang lebih cepat. Misalnya terjadi akibat letusan gunung api, sehingga menyebabkan mineral penyusunnya berukuran lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang kerap dijadikan pondasi rumah), dan dacite.

Pengelompokkan Batuan Beku Berdasarkan Tempat Terbentuknya

Magma bisa mendingin dan membeku di bawah atau di atas permukaan bumi. Apabila proses pembekuan terjadi di bawah lapisan kulit bumi, maka terbentuklah batuan yang disebut sebagai batuan beku dalam atau intrusif. Batuan ini biasanya sering juga dipanggil sebagai batuan beku plutonik.

google.com

Sedangkan, bila magma bisa menggapai permukaan bumi sesudahnya membeku, terbentuklah batuan beku luar atau ekstrusif. Penggolongan dilakukan berdasarkan genesa atau tempat terbentuknya batuan beku tersebut.

Pengelompokkan batuan beku ini merupakan klasifikasi tahap awal sebelum melakukan klasifikasi batuan yang lebih spesifik lagi. Berikut penjelasannya

  1. Batuan Beku Dalam atau Intrusif

Magma yang membeku di bawah permukaan bumi, mengalami pendinginan yang sangat lambat dan dapat mencapai jutaan tahun. Sehingga sangat mungkin tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan prima bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusive.

Tubuh batuan beku dalam memiliki wujud dan ukuran yang bermacam-macam, tergantung pada situasi magma dan batuan di sekitarnya. Magma juga dapat menyusup melalui batuan di sekitarnya atau menerobos melewati rekahan-rekahan pada batuan di sekelilingnya.

Sehingga batuan beku intrusif masih bisa lagi menjadi batuan beku intrusif dalam dan batuan beku intrusif permukaan. Hal tersebut berdasarkan letak setiap lapisan batuan yang diterobosnya, susunan tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu diskordan dan konkordan.

google.com
  • Diskordan

Struktur tubuh batuan beku yang memotong lapisan batuan di sekitarnya disebut diskordan. Berikut contoh batuan beku intrusif jenis diskordan:

  • Batolit, merupakan tubuh batuan beku intrusif yang memiliki dimensi paling besar dibandingkan lainnya. Bentuknya tidak beraturan, memotong lapisan-lapisan batuan yang diterobosnya. Kebanyakan batolit merupakan kumpulan massa yang berasal dari sejumlah tubuh-tubuh intrusif yang memiliki komposisi agak berbeda. Perbedaan ini mencerminkan keberagaman magma pembentuk batolit. Beberapa batolit dapat mencapai ukuran yang besar dengan panjang sebesar 1000 km dan lebarnya sebesar 250 km. Dari penelitian geofisika dan penelitian singkapan di lapangan didapatkan bahwa tebal batolit pada 20-30 km.

Proses pembentukan batolit tidak terjadi akibat adanya magma yang menyusup di dalam rekahan, sebab tidak ada rekahan yang ukurannya sebesar batolit. Karena besarnya, batolit mampu mendorong batuan yang di atasnya. Walaupun batuan yang diterobos bisa terdorong ke atas oleh magma yang bergerak secara perlahan, pasti ada proses lainnya yang berpengaruh.

Magma yang naik akan membebaskan fragmen-fragmen batuan yang menutupinya. Proses ini dinamakan stopping. Blok-blok hasil stopping lebih padat dibandingkan magma yang naik, sehingga mengendap. Saat mengendap fragmen-fragmen ini bereaksi dan lebih dari satu terlarut didalam magma.

Di mana tidak semua magma akan terlarut dan mengendap pada bagian dasar dapur magma. Setiap frgamen batuan yang berada didalam tubuh magma yang udah membeku dinamakan Xenolith.

  • Stock, seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan bersama dengan batolit, tidak lebih berasal dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batolit atau bagian atas batolit.
  • Dyke, disebut pula sebagai gang, merupakan keliru satu badan intrusi yang dibandingkan bersama batolit, berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang ke dua sisinya sejajar, memotong susunan (perlapisan) batuan yang diterobosnya.
  • Jenjang Volkanik, adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan magma ke kepundan. Kemudian setelah batuan yang menutupi di sekitarnya mengalami erosi, maka batuan beku akan berbentuk agak silindris dan lebih menonjol dibandingkan bentuk permukaan di sekitarnya.

 

  • Konkordan

Bentuk-bentuk yang sejajar bersama susunan batuan di sekitarnya merupakan ciri-ciri batuan beku intrusif jenis konkordan. Contoh batuan tersebut diantaranya adalah sill, lakolit dan lopolit.

  • Sill, adalah batuan beku intrusif yang konkordan atau sejajar pada pelapisan batuan yang diterobosnya. Berbentuk tabular dan sisi-sisinya sejajar.
  • Lakolit, sejenis bersama sill. Yang membedakan adalah wujud anggota atasnya, batuan yang diterobosnya melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah landai. Sedangkan, anggota bawahnya sama bersama Sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya endogen, maupun gaya eksogen, sehingga dapat muncul di permukaan.
  • Lopolit, bentuknya sama bersama lakolit cuma saja anggota atas dan bawahnya cekung ke atas.
  1. Batuan Beku Luar atau Ekstrusif

Batuan ekstrusif adalah batuan yang proses yang terbentuknya terjadi di permukaan bumi. Ketika magma keluar dan mencapai permukaan bumi melalui rekahan atau lubang kepundahan gunung api, maka magma yang keluar sebagai erupsi tersebut akan mengalami pendinginan dan membeku dalam waktu cepat.

Fenomena keluarnya magma melalui rekahan di permukaan bumi biasa disebut fissure eruption. Magma basaltis yang mempunyai viskositas rendah biasanya mampu mengalir disekitar rekahan, sehingga erbentuk hamparan lamparan lava balast atau plateau basalt.

Sedangkan erupsi gunung berapai yang keluar melewati lubang kepundan disebut sebagai central eruption. Selain itu, magma juga dapat mengalir melewati lereng dalam bentuk aliran lava atau keluar bersama semburan gas-gas sebagai piroklastik.

Terdapat berbagai macam lava yang dikelompokkan berdasarkan jenis komposisinya dan tempat terbentuknya. Ketika magma membeku di bawah permukaan air disebut sebagai lava bantal atau pillow lava, nama tersebut diberikan karena lava tersebut terbentuk di bawah tekanan air.

Batuan beku luar termasuk ke dalam kelompok batuan beku afanitik. Dimana batuan tersebut mengalami proses pembekuan yang terjadi di atas permukaan bumi. Selain itu batuan beku luar juga mempunyai berbagai macam struktur yang mampu menunjukkan proses yang terjadi ketika ia mengalami pembekuan.

Struktur tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Sheeting jointmerupakan struktur batuan beku yang nampak seperti lapisan.
  2. Columnar joint merupakan struktur batuan yang berwujud batuan terpisah poligonal atau mirip dengan bentuk batang pensil.
  3. Pillow lava merupakan struktur batuan yang wujudnya menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal. Hal yang demikian dapat terjadi karena proses pembekuan terjadi di dalam air.
  4. Vesikular merupakan struktur batuan yang bentuknya berlubang-lubang, dimana lubang ini muncul akibat adanya pelepasan gas yang terjadi ketika proses pembekuan.
  5. Amigdaloidal merupakan struktur batuan vesikular yang berisikan mineral-mineral lain seperti kalsit, kuarsa, atau zeolit.
  6. Struktur aliran merupakan struktur batuan yang mineralnya tersusun secara sejajar pada arah tertentu akibat adanya aliran.

Macam-macam Batuan Beku

  1. Batu Obsidian

Batu obsidian ini biasanya juga disebut sebagai batu kaca. Batu obsidian ini memiliki ciri-ciri berwarna hitam ataupun cokelat tua dan memiliki permukaan yang halus dan bisa dibilang mengkilap. Batu obsidian ini banyak dimanfaatkan manusia sebagai alat pemotong dan batu perhiasan yang indah.

google.com

Proses terbentuknya batu obsidian terjadi di permukaan bumi dan berasal dari magma yang mengalami pembekuan dalam waktu yang cepat. Karena proses terbentuknya ini yang berada di luar permukaan bumi, maka batu obsidian ini seringkali digolongkan sebagai batuan beku luar atau ekstrusif.

  1. Batu Granit

Batu granit termasuk merupakan salah satu tipe batuan beku. Batu granit terbentuk atas butiran- butiran yang kasar yang semi berwarna- warni. Disebut semi berwarna warni sebab type batu ini punya warna yang berbeda- beda ada yang berwarna putih dan ada termasuk yang berwarna keabu- abuan.

google.com

Batu ini merupakan tipe batu yang kerap digunakan untuk bahan bangunan atau kerap digunakan untuk membangun sebuah gedung. Jenis batuan ini terbentuk sebab terdapatnya magma yang membeku yang prosesnya terjadi di di dalam kerak bumi. Proses pembekuan ini terjadi secara perahan- lahan dan di dalam kala yang memadai lama. Maka dari itu tipe batuan ini termasuk ke dalam tipe batuan beku dalam.

  1. Batu Basal

Selanjutnya ialah Batu basal. Batu basal memiliki ciri-ciri berwarna gelap, berat, banyak mengandung besi, sedikit mengandung mineral silika batuan vulkanik, dan umumnya membentuk lempeng samudera pada permukaan bumi. Warna batu ini juga bisa dibilang semi berwarna karena mempunyai warna yang bermacam-macam seperti warna putih dan abu-abu.

google.com

Dalam kehidupan sehari-hari bisa kita dapat menemukan bahwa batu basal sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan terutama untuk membangun sebuah gedung. Batu basal mengalami proses pembekuan yang terjadi di dalam kerak bumi. Oleh karena itu batu basal ini bisa digolongkan sebagai batuan beku dalam atau intrusif.

Itulah artikel mengenai batuan beku.  Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *