Cara Membuat Magnet dengan Cara Digosok, Elektromagnetik, dan Induksi

oleh -690 views
source: google.com

CARA MEMBUAT MAGNET – Sebuah benda haruslah memiliki 5 ciri-ciri magnet agar bisa disebut magnet. Pertama, harus memiliki dua kutub, yaitu kutub selatan dan utara. Kemudian sebuah benda juga harus mempunyai medan magnet. Ketiga, benda harus mampu menarik benda-benda di sekitarnya yang terbuat dari logam. Lalu, bila kutub utara bertemu kutub selatan akan tarik menarik, sedangkan bila kutub utara bertemu dengan kutub utara akan tolak menolak. Yang terakhir, kekuatan magnet terdapat pada kedua kutubnya.


Bahan magnet sendiri ada yang bisa didapatkan secara alami dan dapat dibuat sendiri secara sederhana. Sebab, pembuatan magnet hanya memerlukan bahan yang sering kita lihat dikehidupan sehari-hari. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui cara membuat magnet buatan, baik itu cara membuat magnet permanen ataupun magnet sementara. Lantas bagaimana cara membuatnya? Berikut tiga cara sederhana untuk membuat magnet:

3 Cara Membuat Magnet Sederhana

Magnet dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara membuat magnet. Pertama, terdapat magnet alam yang terbentuk secara alami melalui proses alam. Misalnya, magnet bumi dan batu magnesian. Kedua, ada pula magnet buatan yang pembuatannya dilakukan secara sengaja atau dikehendaki. Dalam hal ini kita akan membahas cara membuat magnet secara sengaja atau yang dikehendaki.

Magnet buatan sendiri memiliki beberapa bentuk yang disesuaikan dengan fungsinya. Bentuk-bentuk magnet tersebut adalah magnet batang, tabung (silinder), jarum, huruf U, dan ladam (tapal kuda). Sedangkan, bahan yang bisa dibuat menjadi magnet adalah bahan-bahan terdiri dari atom magnet, seperti baja dan besi. Setiap benda yang terbuat dari besi dan baja dapat dijadikan magnet, tentunya dengan cara-cara tertentu.

Terdapat 3 cara membuat magnet, yaitu pembuatan magnet dengan cara menggosok, mengalirkan arus listrik, dan induksi magnetik. Simak penjelasan di bawah ini!

Membuat Magnet dengan Cara Menggosok

(berpendidikan.com)

Salah satu ciri-ciri magnet adalah bisa menarik benda logam yang berada di dekatnya. Jika kita memiliki sebatang besi atau sebatang baja, benda tersebut tidak dapat menarik jarum atau benda-benda kecil yang terbuat dari logam. Hal tersebut terjadi karena besi dan baja tersebut belum memiliki sifat kemagnetan.

Untuk dapat merubah besi atau baja memiliki sifat kemagnetan salah satu caranya adalah dengan menggosoknya. Berikut cara yang dapat dilakukan untuk merubah besi menjadi magnet.

Alat dan Bahan

  1. Satu buah magnet tetap
  2. Satu batang besi
  3. Beberapa buah jarum

Langkah Kerja

  1. Peganglah magnet dengan tetap
  2. Lalu gosokkan ujung magnet tersebut di sepanjang permukaan batang besi
  3. Gosok besi menggunakan magnet dalam satu arah dan lakukan terus secara berulang-ulang
  4. Lakukan hal ini kurang lebih selama lima menit
  5. Dekatkan besi tersebut pada jarum
  6. Apabila besi tersebut dapat menarik jarum, artinya besi tersebut memiliki sifat-sifat magnet

Penjelasannya ialah…

Batang besi yang digosok dengan magnet selama beberapa saat akan berubah menjadi magnet. Semakin lama besi tersebut digosokkan dengan magnet, maka sifat-sifat magnet pada besi tersebut akan bertahan semakin lama. Apabila dibandingkan baja, benda yang terbuat dari besi dapat dengan mudah berubah menjadi magnet.

Besi dan baja merupakan bahan yang tersusun dari atom-atom magnet atau domain-domain magnet yang disebut magnet elementer. Arah dan susunan magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja bentuknya tidak teratur. Pada saat besi atau baja digosok menggunakan magnet tetap dalam satu arah, hal tersebut menyebabkan susunan magnet elementer pada benda menjadi teratur. Sehingga, ketika arah magnet elementer pada besi dan baja menjadi seragam, bahan tersebut memiliki sifat kemagnetan.

Cara Membuat Magnet dengan Cara Elektromagnetik

(berpendidikan.com)

Cara selanjutnya ialah membuat magnet dengan menggunakan arus listrik. Kita dapat membuat magnet dengan cara mengalirkan arus listrik searah atau  Direct Current (DC) melalui sebuah penghantar listrik. DC sendiri ialah sumber listrik yang digunakan untuk membuat magnet dengan cara ini.

Selain itu, kita juga dapat menggantinya dengan arus listrik bolak balik atau Alternating Current (AC) yang memiliki tegangan rendah. Perlu diketahui, penggunaan arus AC ini hanya bisa pada tegangan yang rendah, tidak bisa pada tegangan normal maupun tinggi. Sebab, arus tersebut tidak akan bisa merubah penghantar tersebut menjadi bersifat magnetik.

Berikut cara membuat magnet dengan cara mengalirkan arus listrik.

Alat dan Bahan

  1. Satu buah paku besi dengan panjang 5 cm
  2. Dua buah baterai segala ukuran (boleh ukuran AAA, AA, C, ataupun D)
  3. Kabel kumparan atau kawat besi
  4. Beberapa buah jarum
  5. Gunting

Langkah Kerja

  1. Lilitkan kabel kumparan pada paku besi
  2. Kupas kedua ujung kabel kumparan menggunakan gunting
  3. Hubungkan kedua ujung kabel dengan kutub positif dan negatif baterai
  4. Dekatkan jarum-jarum yang telah disiapkan dengan paku besi yang telah dililit
  5. Paku besi tersebut akan dapat menarik jarum-jarum yang berada di dekatnya

Apabila kita menggunakan cara ini, maka bisa disebut sebagai elektromaknetik. Cara ini pertama kali ditemukan oleh Hans Christian Oersted pada tahun 1819. Elektromagnetik ini termasuk jenis magnet sementara. Hal ini karena ketika arus listrik diputus, maka sifat-sifat bahan akan hilang dalam hitungan detik. Sehingga menyebabkan jarum-jarum yang semula menempel pada paku akan terlepas dan jatuh. Untuk meningkatkan kekuatan elektromagnetik kita bisa memperbesar nilai tegangan DC atau menambah jumlah baterai dan menambah jumlah lilitan pada paku besi.

Dengan menggunakan ilmu fisika, hal tersebut berarti bahwa kabel yang dialiri arus listrik akan menimbulkan medan listrik dan memperngaruhi magnet elementer yang menyusun besi atau baja. Kemudian dapat membuat posisi magnet elementer yang semula tidak teratur menjadi seragam dan searah. Sehingga, nantinya akan dapat membuat besi memiliki sifat magnetic.

Membuat Magnet dengan Cara Induksi

(informazone.com)

Selanjutnya adalah cara membuat magnet dengan induksi. Pernahkah mendekatkan magnet kuat pada beberapa buah paku? Lalu apa yang terjadi pada paku apabila didekatkan dengan benda magnetic lainnya? Nah, artikel ini akan membahas cara tersebut.

Apabila kita mencoba untuk melakukan hal tersebut, maka kita akan mendapati bahwa paku yang menempel pada magnet ternyata juga mampu menarik paku lainnya. Sifat magnetik pada paku tersebut bahkan masih ada ketika paku tersebut sudah dilepas dari magnet.

Cara membuat magnet dengan mendekatkan sebatang baja atau besi dengan sebuah magnet disebut sebagai induksi magnetik. Berikut cara membuat magnet dengan metode induksi.

Alat dan Bahan

  1. Satu buah magnet kuat
  2. Satu buah statif
  3. Satu batang besi
  4. Beberapa buah jarum atau paku kecil

Langkah Kerja

  1. Letakkan batang besi pada alat statif dengan posisi vertikal
  2. Letakkan beberapa buah jarum yang telah dsiapkan di bawah batang besi
  3. Letakkan magnet kuat di atas batang besi
  4. Jepit dengan statif agar posisinya tidak berubah-ubah
  5. Amati jarum yang berada di bawah besi
  6. Jika jarum tersebut menempel pada batang besi, berarti besi tersebut telah mempunyai sifat kemagnetan.

Ketika magnet dijauhkan dari batang besi, maka besi akan kehilangan sifat kemagnetannya. Namun, apabila kita merubah batang besi tersebut dengan batang baja, maka akan didapati bahwa batang baja masih bisa menarik jarum. Hal ini dapat  terjadi meskipun magnet telah dijauhkan dari batang baja.

Demikian artikel terkait cara membuat magnet. Dari situ, dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 cara untuk membuat magnet. Cara yang pertama ialah dengan digosok. Kemudian dapat pula dialiri arus listrik DC. Yang terakhir adalah dengan induksi. Semoga artikel bermanfaat!

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *