Fisika Bangunan, Pengertian dan Kegunaannya dalam Perancangan Bangunan

22
gambarpuasa.blogspot.com

FISIKA BANGUNAN – Sangatlah penting bagi kita untuk mempelajari cara merancang bangunan agar nyaman  dihuni, awet, dan tahan lama. Caranya adalah dengan memanfaatkan ilmu fisika bangunan. Dengan begitu, pemakaian energi listrik pada bangunan yang kita rancang akan menjadi lebih efisien. Di mana hal itu akan membuat bangunan kita menjadi ramah lingkungan, karena mampu memanfaatkan energi listrik secara optimal.


Biaya operasional gedung akan menjadi lebih murah dan terjangkau apabila kita menerapkan penghematan listrik dengan ilmu fisika bangunan ini. Selain itu, pengaplikasian ilmu fisika pada bangunan akan menjadikan bangunan tersebut menjadi hunian yang mendukung kesehatan dan mampu meningkatkan produktivitas penghuninya. Hal itu dikarenakan bangunan dirancang dapat optimal memanfaatkan sumber energi yang disediakan oleh alam.

theconstructor.org

Fisika bangunan merupakan kumpulan ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menganalisa dan berfokus untuk mengendalikan fenomena fisika yang memiliki pengaruh pada bangunan dan rancangan arsitektur. Sederhananya, fisika bangunan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan bahan-bahan bangunan, ventilasi, sistem pengkondisian udara, akustik, perlindungan terhadap bencana, dan pemakaian energi di dalam bangunan.

Ilmu ini pertama kali berkembang di Eropa, terutama di Scandinavia yang sekarang menjadi dua negara yaitu Norwegia dan Swedia. Ilmu ini sering disebut dengan nama Fisika Bangunan atau Building Physics. Ada juga yang menyebutnya Ilmu Bangunan atau Science Building.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Fisika Bangunan

Ilmu fisika bangunan berguna untuk mengetahui fenomena-fenmena fisika yang memiliki pengaruh terhadap bangunan. Hal ini erat kaitannya dengan kenyamanan dan indera perasa manusia seperti indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan peraba.

Dengan ke-empat indera manusia tersebut, kita akan dapat mengetahui pengaruh desain bangunan terhadap  kenyamanan yang dirasakan manusia di dalam bangunan. Di mana kenyaman itu bisa didapatkan dengan mengendalikan beberapa hal berikut ini:

  1. Pengendalian Suhu
travelontoast.de

Caranya adalah memperhatikan aliran panas yang masuk ke dalam gedung dan yang keluar dari dalam gedung. Kita akan mampu untuk mengatur suhu ruangan sesuai dengan keinginan kita. Dimana hal ini juga berhubungan dengan indera peraba manusia. Kondisi bangunan seperti rasa panas dan dingin dapat dirasakan oleh manusia. Perasaan ini biasanya disebabkan oleh interaksi kulit manusia dengan lingkunngan melalui media udara.

Pengendalian suhu juga sangat dibutuhkan dalam melakukan penghematan energi yang digunakan untuk mengatur suhu, seperti AC dan kipas angin. Dengan begitu akan mengurangi dampak lingkungan yang didapat dari pemakaian energi tersebut.

Selain itu, pemahaman mengenai perpindahan panas perlu diketahui sebagai dasar untuk mengendalikan panas. Sebagai contoh perpindahan panas melalui udara, perpindahan panas melalui dinding atau selubung bangunan, dan radiasi sinar matahari yang menambah panas di dalam gedung. Jika sudah mampu memahaminya, maka kita akan dengan mudah mengendalikan suhu bangunan.

  1. Pengendalian Kelembaban
plukme.co

Mengatasi jamur dan bau dalam ruangan, kita perlu memperhatikan pengaruh kelembaban yang menjadi faktor utama berkembang biak nya jamur di suatu tempat. Semakin lembab suatu tempat maka semakin banyak kandungan molekul air di tempat itu.

Hal ini akan menimbulkan berbagai permasalahan bau dikarenakan interaksi molekul air dengan benda-benda di dalam ruangan. Misalkan interaksi air dengan besi yang akan menimbulkan karat, inilah alasan mengapa di setiap ruangan komputer biasanya dipasangi AC.

Kelembaban adalah banyaknya kandungan air di dalam udara, terdapat 2 jenis kelembaban yang biasa digunakan, yaitu:

  • Pertama, Humiditas Spesifik (Spesific Humidity) adalah besarnya massa uap yang tekandung di dalam campuran setiap massa udara dalam campuran.
  • Kedua, Humiditas Relatif (Relatif Humidity) adalah Perbandingan antara nilai tekanan uap dan tekanan uap saturasi pada kondisi dimana besarnya suhu dan tekanan total sama.

Kelembaban bisa berasal dari berbagai hal misalnya dari air hujan, salju, air tanah, uap air, atau dari kandungan air di dalam bangunan. Jadi, sebuah gedung yang memiliki kelembaban yang tinggi menandakan terjadinya penurunan kualitas bangunan.

  1. Aliran Udara
harkov.mesto.ua

Selanjutnya ialah aliran udara. Sirkulasi udara pada sebuah bangunan memiliki dampak yang besar dalam membawa debu, kotoran, panas, suara, dan molekul air ke dalam bangunan. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk melakukan pengendalian aliran udara pada sebuah bangunan. Karena hal tersebut mampu meningkatkan kenyamanan, mencegah debu dan kotoran masuk, serta mengoptimalkan penggunaan energi untuk mengatur aliran udara.

Suhu lingkungan sangat mempengaruhi perpindahan aliran udara. Udara akan bergerak jika terdapat perbedaan tekanan antara tekanan di luar bangunan dan di dalam bangunan. Pergerakan aliran udara ini kita bisa atur dengan mengatur letak ventilasi udara atau dengan menembahkan ventilasi buatan seperti air conditioner (AC) jika memang diperlukan.

  1. Iklim Lingkungan
harkov.mesto.ua

Desain bangunan biasanya disesuaikan dengan memperhatikan kondisi iklim lingkungan seperti bangunan di wilayah tropis yang hanya memiliki musim hujan dan panas yang banyak memiliki ventilasi. Berbeda dengan negara yang memiliki musim salju, di mana bangunan dibuat lebih tertutup agar mampu melewati musim salju yang dingin.

Tidak hanya itu resiko terjadinya bencana alam seperti banjir, gempa, angin topan akan menyebabkan bentuk bangunan berubah menyesuaikan kondisi lingkungan tempat bangunan itu dibangun. Sehingga, dalam pembuatan bangunan, harus menyesuaikan iklam pada negara tersebut.

  1. Akustik
kirkegaard.com

Selain tersebut di atas,  juga terdapat indera pendegaran yang juga merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan agar bangunan memiliki akustik ruang yang bagus.

Akustik ruang sangat dibutuhkan pada bangunan yang membutuhkan pengendalian bising agar dapat berkomunikasi secara secara langsung dengan suara. Seperti di gedung pertemuan, teater, ruang kelas dan hampir di setiap banguan yang dibuat sebagai tempat berkumpul.

  1. Pencahayaan
homeanddecor.com.sg

Mata atau indera penglihatan visual atau indera erat kaitannya dengan pencahayaan. Di mana juga terdapat standarisasi nilai iluminasi pada bangunan yang mengatur besarnya penggunaan cahaya pada berbagai macam bangunan. Semisal pada bangunan yang diperuntukkan sebagai tempat belajar mengajar, maka tentu saja membutuhkan pencahayaan yang baik agar murid dapat melihat dengan jelas tulisan di papan dan mampu mebaca serta menulis dengan baik.

Sumber cahaya sendiri terbagi menjadi dua, yaitu pencahayaan buatan dan alami. Pencahayaan buatan berasal dari lampu, sedangkan pencahayaan alami berasal dari sinar matahari. Penggunaan sinar matahari akan mampu menghemat listrik, karenanya bentuk bangunan yang terbuka akan mampu dengan optimal memanfaatkan cahaya matahari. Tetapi, yang perlu diingat adalah bahwa cahaya matahari juga berpengaruh terhadap suhu di dalam ruangan.

Penggunaan lampu juga perlu diatur agar dapat digunakan secara efisien. Mulai dari mengatur letak lampu, sudut kemiringan lampu, daya lampu, iluminasi lampu, dan jumlah lampu. Semua itu akan membuat lampu dapat digunakan secara optimal dan tidak menghabiskan banyak energi listrik.

Demikian artikel terkait fisika bangunan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca!

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here