10 Faktor Penghambat Perdagangan Internasional Beserta Penjelasannya

109
source: google.com

Hambatan Perdagangan Internasional – Perdagangan Internasional menjadi salah satu indikator majunya suatu Negara. Semakin baik Negara tersebut dalam mengelola aspek perdagangan internasionalnya, maka Negara tersebut akan lebih mudah untuk dikatakan sebagai Negara maju. Salah satu kegiatan ekonomi ini memiliki istilah yang sering kita dengar, yaitu ekspor dan impor. Ekspor yang berarti kegiatan menjual barang atau jasa ke Luar Negeri. Sedangkan impor ialah aktivitas pembelian barang atau jasa dari Luar Negeri.


Aktivitas ekspor dan impor tersebut sudah menjadi suatu kebutuhan tersendiri. Hal tersebut dikarenakan Negara harus memenuhi kebutuhan hidup seluruh warga negaranya. Sehingga dalam melakukan kegiatan perdagangan internasional, suatu Negara berharap akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Sayangnya, dalam melakukan kegiatan perdagangan internasional ada hambatan tersendiri. Namun, hambatan ini hadir tidak lain karena untuk melindungi perekonomian suatu Negara. Agar tetap stabil dan aman. Apabila suatu Negara tidak mengaturnya, maka produk luar negeri akan sangat melimpah di pasar dalam negeri. Fenomena tersebut nantinya akan menimbulkan multiplier effect seperti mematikan industri dalam negeri. Berikut akan dijelaskan beberapa hambatan dalam perdagangan internasional.

1. Kebijakan Tarif – Penghambat Perdagangan Internasional

Kebijakan Tarif (Shutterstock)

Pembatasan masuknya produk-produk yang diimpor dari luar negeri adalah tujuan utama dari kebijakan ini. Melalui kebijakan ini, setiap barang yang masuk ke suatu Negara akan dikenakan pajak atau tarif. Dengan begitu, kebijakan ini mampu melindungi produk domestic agar tidak kalah dengan barang impor.

Barang-barang impor akan menjadi lebih mahal. Semakin besar pajaknya, maka harga produk tersebut akan melonjak. Dengan begitu, konsumen dalam negeri akan lebih memilih untuk mengonsumsi barang-barang dalam negeri yang harganya jauh lebih murah. Kebijakan ini juga akan berpengaruh pada bertambahnya pemasukan Negara dari segi pajak. Misalnya pada harga biji polokyo. Orang-orang akan cenderung mengonsumsi biji polokyo local sebab harganya lebih murah dibandingkan dengan impor.

2. Kebijakan Non-Tarif

Pembatasan Impor (perdagangan.kulonprogokab.go.id)

Dr. Hamdy Hady mengatakan bahwa kebijakan non-tarif ialah peraturan perdagangan kecuali pajak masuk yang bisa menyebabkan perubahan nilai dan membuat manfaat perdagangan internasional menjadi berkurang. Kebijakan ini biasanya berupa pembatasan kuota produk impor, larangan impor secara mutlak, peraturan teknis tertentu, dan bisa juga berbentuk hambatan secara langsung untuk melakukan pemasaran.

Kebijakan larangan impor ini diterapkan kepada sebuah produk yang tidak memenuhi persyaratan dagang dalam negeri. Salah satunya ialah produk tidak boleh mencemari lingkungan. Seluruh produk yang masuk ke dalam negeri harus dipastikan tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya apabila dikonsumsi maupun digunakan oleh makhluk hidup. Barang juga tidak diizinkan berasal dari bahan yang didapatkan melalui cara yang tidak sah, seperti perburuan hewan liar atau penambangan secara ilegal.

3. Terdapat Lembaga-lembaga Ekonomi di Suatu Daerah

Logo World Trade Organization

Aktivitas tidak benar dalam praktik perdagangan internasional dapat dibendung dengan adanya lembaga-lembaga perekonomian dalam suatu Negara. Perannya berupa mengatur dan mengawasi praktik perdagangan tersebut. Lembaga tersebut merupakan sebuah perkumpulan yang mengatur kebijakan ekspor dan impor antar Negara. Peraturan antar Negara tersebut dibuat agar Negara yang tergabung dalam organisasi tersebut bisa mendapat keuntungan  dan tidak mengalami kerugian yang besar. Tentunya juga tidak meninggalkan aspek-aspek penting lainnya seperti harus memenuhi persyaratan perdagangan internasional yang baik.

Sayangnya, peraturan ini tidak berpihak ke pada Negara yang tidak bergabung dalam organisasi perdagangan internasional tersebut. Lembaga ini di lain sisi menguntungkan anggota, namun dirasa dapat merugikan Negara yang tidak menjadi anggota. Misalnya, dalam perdagangan sepeda impor. Negara non-member organisasi terkena pajak impor yang lebih besar daripada member.

4. Tidak Samanya Jenis Mata Uang di Setiap Negara

 Mata Uang di Berbagai Negara (ilmupengetahuanumum.com)

Setiap Negara di dunia memiliki mata uang yang berbeda. Perbedaan ini dapat menjadi suatu hambatan tersendiri bagi praktik perdagangan internasional. Namun, tidak samanya jenis mata uang ini akan merugikan Negara yang memiliki nilai mata uang yang rendah. Sehingga menyebabkan Negara tersebut harus membayar lebih ketika ingin melakukan transaksi antar Negara.

Praktik ini mungkin sekali terjadi ketika Negara pengekspor produk meminta persyaratan berupa produk tersebut harus dibayarkan oleh Negara pengimpor dengan menggunakan mata uang yang digunakan pelaku ekspor. Sehingga, Negara pengimpor harus menambah pengeluaran untuk mendapatkan produk tersebut. Oleh karenanya, praktik tersbut membutuhkan kesepakatan agar mata uang yang digunakan jenisnya sama dan dijadikan standar internasional. Mata uang yang biasanya digunakan adalah US $. Pada Negara yang memiliki mata uang yang cenderung rendah atas US $, maka benar saja Negara tersebut seakan tercekik apabila bertransaksi dengan pelaku ekspor yang mensyaratkan pembayaran menggunakan dollar Amerika.  Hal ini menjadi hambatan yang besar bagi Negara untuk sedikit lebih maju.

5. Buruknya Kualitas Produk yang Perdagangkan

Kualitas Buruk Suatu Barang (www.tipsiana.com)

Penentuan kesuksesan perdagangan internasional juga diukur melalui baik tidaknya kualitas produk yang diperdagangkan. Apabila produk tersebut memiliki kualitas yang buruk, maka tentunya akan kalah bersaing dengan produk yang lebih baik di pasar. Rendahnya kualitas sumber daya manusia di suatu Negara memang menjadi faktor utama adanya hambatan ini.

Oleh karena itu, baik Negara maju maupun Negara yang tengah berkembang perlu meningkatkan kualitas sumber daya tenaga kerja dalam negerinya apabila ingin mendapatkan dan menghasilkan produk-produk yang memiliki mutu baik. Dengan begitu, produk berkualitas tersebut dapat bersaing di pasar internasional dengan baik.

6. Menurunnya Tingkat Kesejahteraan Suatu Negara

 Kemiskinan (www.bljesak.info)

Pengangguran dan kemiskinan memang tengah marak terjadi di berbagai Negara berkembang. Tingginya angka tersebut menjadi batu penghambat sendiri bagi kelangsungan perekonomian Negara tersebut. Bagaimana tidak, dengan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat, maka akan menurunkan keinginannya untuk membeli barang atau jasa. Hal itu disebabkan oleh uang yang dimiliki terlampau terbatas. Sehingga fenomena ini membuat Negara sulit untuk melakukan perdagangan internasional dan lebih mmemfokuskan kesejahteraan penduduknya terlebih dahulu.

Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi juga berdampak negatif bagi kegiatan perdagangan internasional. Dengan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat maka akan menurunkan keinginannya untuk membeli barang atau jasa karena sedikitnya uang yang dimiliki. Sehingga membuat sebuah negara sulit untuk melakukan perdagangan internasional.

7. Adanya Resiko Besar dan Kesulitan dalam Melakukan Pembayaran

Pembayaran (auspost.com.au)

Proses pembayaran dalam transaksi antar Negara dapat pula menjadi sebuah hambatan perdagangan internasional. Ditambah lagi jika pembayaran dilakukan secara tunai. Pihak importer memerlukan dana yang lebih banyak untuk melakukan pembayaran tersebut.

Selain membutuhkan biaya yang terbilang lebih besar, ada pula resiko lainnya. Seperti perampokan, pencurian, dan kejahatan lainnya. Resiko ini tentunya sangat merugikan pihak pembeli atau importer karena bisa menyebabkan kerugian yang amat besar. Sebagai solusi, biasanya pembayaran dilakukan dengan telegraphic transfer, kliring internasional atau menggunakan L/C.

8. Nilai Tukar Mata Uang yang Berubah-ubah

Kurs Mata Uang (rbs.com)

Ketidakstabilan nilai tukar mata uang asing membuat para pedagang internasional kesulitan menentukan harga sebuah produk. Nilai mata uang yang berfluktuasi ini agaknya menjadi hambatan tersendiri bagi praktok perdagangan internasional. Tidak hanya pihak importir yang merasa kesulitan, namun pihak eksportir juga merasakan demikian. Hal ini membuat proses penawaran ataupun permintaan barang menjadi lebih sulit.

9. Regulasi Ekonomi yang Berbelit-belit di Setiap Negara

Kebijakan yang Berbelit-Belit (showmeinstitute.org)

 Tidak samanya regulasi ekonomi di setiap Negara mungkin menjadi hambatan pula. Sehingga terkadang kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah ini seolah menjadi penghalang majunya praktik perdagangan. Misalnya adalah pemberian kuota untuk barang-barang impor.

Hal tersebut bisa mengurangi peluang penjualan suatu produk di pasar luar negeri. Sebab tidak memiliki perizinan untuk mengekspor barang melebihi batas ketentuan. Sehingga permintaan terhadap barang tersebut tidak bisa dipenuhi oleh pihak eksportir. Proses perizinan yang berbelit-belit serta pajak yang besar membuat para pedagang kesulitan menjual produknya di luar negeri.

10. Keamanan Negara yang Tidak Terjamin

Peperangan (www.spiegel.de)Berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia agaknya menguntungkan kita. Pasalnya, kondisi keamanan di negara ini lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara yang sedang mengalami peperangan. Kondisi keamanan suatu negara yang tidak terjamin menjadi pertimbangan para pedagang internasional untuk melirik pasar di negara tersebut.

Kerusuhan, peperangan, pemberontakan, dan kondisi lainnya bisa mempengaruhi permintaan dan penawaran pada perdagangan internasional. Negara-negara lain akan merasa khawatir untuk melakukan kegiatan jual-beli dengan negara yang sedang tidak aman. Negara tersebut kan lebih memilih melakukan kegiatan perdagangan di negara yang keamanannya lebih terjamin.

Itulah sepuluh hambatan perdagangan internasional yang menyebabkan sulitnya melakukan kegiatan jual beli antar negara. Selain menyulitkan keuntungan yang didapat pedagang karena pendapatan menjadi berkurang, Negara akan merasa terbebani dengan berbagai aturan yang membuat harga menjadi mahal. Sekian artikel kali ini. Semoga bermanfaat!


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here