Jenis-jenis Koperasi yang Ada di Indonesia Beserta Contohnya

120
(robithotusslmah.blogspot.co.id)

JENIS-JENIS KOPERASI – Kehadiran koperasi di Indonesia kian marak. Perkembanngannya pun semakin jelas terlihat. Kini koperasi telah tersebar dari unit paling kecil hingga skala yang terbilang besar. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami lebih mendalam terkait koperasi. Padahal, melalu koperasi pemerintah pun dapat berupaya meningkatkan perekonomian pedagang mikro agar tidak kalah dengan pesiang skala besarnya.


Jenis-jenis dari koperasi pun terbilang banyak. Hal ini dikelompokkan menurut beberapa faktor.  Terdapat 4 faktor yang digunakan untuk mengelompokkan koperasi. Ke-4 faktor tersebut ialah jenis usaha, status anggota, tingkatan, dan fungsinya. Berikut pengelompokkan jenis-jenis koperasi berdasarkan faktor-faktor tersebut. Simak penjelasannya!

(google.com)
  1. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya

Pengelompokan jenis-jenis koperasi yang pertama adalah berdasarkan jenis usahanya. Berdasarkan hal tersebut koperasi dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam (KSP). Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

  • Koperasi Produksi

Koperasi produksi merupakan sebuah koperasi yang bertujuan untuk membantu usaha para anggotanya atau melakukan suatu usaha secara bersama-sama. Terdapat berbagai macam bentuk koperasi produksi, seperti koperasi produksi untuk para petani, peternak sapi, pengrajin, dan sejenisnya. Pada koperasi ini, pembantuan usaha para anggotanya biasanya bertujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan anggotanya dalam menjalani usaha.

Sebagai contoh, koperasi akan membantu anggotanya menyiapkan bahan baku untuk dibuat suatu kerajinan. Contoh lainnya koperasi juga bisa membantu para petani dalam mempersiapkan bibit dan pupuk untuk menanam padi. Para pelaku usaha yang bergabung di dalamnya juga bisa berdiskusi dengan koperasi untuk mencari jalan keluar dari permasalahannya. Hal ini tentunya dilakukan secara bersama-sama.

Bentuk bantuan juga bermacam-macam. Biasanya bantuan yang diberikan juga dapat berupa penjualan barang hasil produksi para anggotanya. Koperasi akan menampung seluruh hasil produksi agar para anggotanya bisa dengan mudah menjual barang hasil usahanya. Sebagai contoh, koperasi produksi membantu menampung hasil pertanian dari para anggotanya. Hasil pertanian tersebut dapat berupa jagung, padi, kacang, kedelai, dan lain-lain. Selain itu juga dapat menampung hasil dari para pengrajin dan peternak yang menjadi anggotanya.

  • Koperasi Konsumsi

Sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok untuk para anggotanya biasa disebut sebagai koperasi konsumsi. Harga barang-barang dari koperasi jenis ini umumnya lebih murah dari harga di pasaran. Sebagai contoh koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain sebagainya.

  • Koperasi Simpan Pinjam
(google.com)

Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Seperti yang kita tahu, sesuai dengan namanya, koperasi ini menyediakan pinjaman uang. Tidak hanya itu, koperasi jenis ini juga menjadi tempat untuk menyimpan uang. Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para anggotanya.

Apabila dilihat secara sekilas tampak bahwa cara kerja koperasi simpan pinjam sama seperti bank pada umumnya. Namun sebenarnya terdapat beberapa perbedaan antara KSP dengan bank konvensional.

Berikut beberapa poin yang membedakan koperasi simpan pinjam dengan bank:

  1. Bunga pinjaman yang ditawarkan lebih ringan dibanding dengan bank.
  2. Pembayaran pinjaman dapat dilakukan secara mengangsur.
  3. Bunga yang didapatkan dari hasil pinjaman dinikmati secara bersama dengan cara bagi hasil.
  • Koperasi Serba Usaha

Jenis koperasi berdasarkan jenis usaha yang terakhir ialah Koperasi Serba Usaha (KSU). KSU  adalah jenis koperasi yang di dalamnya terdapat berbagai macam bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.

2. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya

(dishubkabmtb.wordpress.com)

Jenis-jenis kali ini adalah pengelompokan nkoperasi berdasarkan status anggotanya. Yang artinya adalah pengelompokan koperasi yang dilihat dari kesamaan status orang-orang yang menjadi anggota koperasi tersebut. Jenis-jenis koperasi ini sangat banyak. Hal ini karena selama sekumpulan orang yang mempunyai status yang sama dan mereka membuat koperasi maka koperasi tersebut bisa menjadi salah satu jenis-jenis koperasi. Agar lebih jelas mari perhatikan jenis-jenis koperasi di bawah ini:

  • Koperasi Pegawai Negeri

Seperti yang tertera pada namanya, koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) sekarang telah berubah nama menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia. Tujuan utama dari koperasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Hampir setiap instansi pemerintahan di daerah maupun nasional memiliki koperasi pegawai negeri. Selain itu terkadang di setiap instansi juga memiliki lebih dari satu koperasi. Hal ini karena ada juga departemen-departemen dalam yang membuat koperasinya sendiri.

  • Koperasi Pasar (Koppas)

Koperasi Pasar (Koppas) adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Bentuk koperasi ini dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman modal bagi para pedagang. Sehingga bisa mengurangi kerugian akibat para pedagang berutang kepada para rentenir. Walaupun begitu, masih banyak para pedagang yang terjerat pusaran rentenir. Sehingga perlu terus dilakukan upaya agar para pedagang tidak terjerat utang.

  • Koperasi Unit Desa

Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan. Koperasi unit desa biasanya melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi khususnya yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan. Misalnya, KUD Susu, KUD Pertanian Bunga, KUD Perikanan, dan lain sebagainya.

  • Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah biasa dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Anggota koperasi ini biasanya terdiri dari guru, siswa, dan karyawan pada sebuah sekolah. Pada umumnya koperasi sekolah ini melakukan kegiatan seperti koperasi serba usaha. Jadi selain menjual barang-barang kebutuhan sekolah, koperasi juga bisa digunakan oleh para siswa dan guru sebagai tempat untuk menabung.

  • Koperasi Pondok Pesantren

Yang terakhir dari jenis ini ialah Koperasi pondok pesantren (Kopontren). Koperasi ini dikelola oleh pengurus pondok pesantren, santri, staf pengajar, dan karyawan. Kegiatan yang dilakukan Kopontren biasanya berupa menyediakan barang-barang kebutuhan santri seperti kitab-kitab dan baju muslim.

3. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Tingkatannya

Selanjutnya ialah jenis-jenis koperasi berdasarkan tingkatannya yang terbagi menjadi dua, yaitu koperasi primer dan koperasi sekunder. Perbedaan dari keduanya dapat dilihat dari jenis anggotanya. Agar lebih jelas simak penjelasan di bawah ini!

  • Koperasi Primer

Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-orang dengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.

Syaratnya adalah beranggotakan warga negara Indonesia dan memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan hukum. Dikarenakan koperasi merupakan sebuah badan hukum. Namun, dalam koperasi ini pelajar dianggap belum mampu menjadi anggota dikarenakan belum bisa mengambil tindakan hukum dan membentuk koperasi.

  • Koperasi Sekunder

Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Anggota koperasi sekunder adalah koperasi-koperasi yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien. Koperasi ini dapat didirikan oleh koperasi sejenis maupun berbagai jenis atau tingkatan koperasi. Yang dimaksud dengan tingkatan contohnya adalah tingkat pusat, gabungan, dan induk. Di mana penamaan dan jumlah tingkatan ini ditentukan sendiri oleh anggota koperasi sekunder.

4. Jenis Koperasi Berdasarkan Fungsinya

(robithotusslmah.blogspot.co.id)

Penggolangan koperasi yang terakhir ialah berdasarkan fungsinya yang dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu koperasi konsumsi, koperasi jasa, dan koperasi produksi. Berdasarkan penamaan koperasi nya saja kita sudah bisa melihat bahwa setiap jenis koperasi tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

  • Koperasi Konsumsi

Seperti yang dijelaskan di atas, koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang bertujuan menyediakan barang-barang kebutuhan untuk para anggotanya. Barang-barang tersebut disesuaikan dengan jenis anggota dalam koperasi tersebut.

  • Koperasi Jasa

Koperasi jasa adalah koperasi yang melakukan kegiatan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. Contohnya seperti jasa simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan lain-lain. Pemilik seluruh aset usaha koperasi dan pengguna layanan jasa adalah anggota koperasi itu sendiri.

  • Koperasi Produksi

Koperasi produksi memiliki fungsi untu menyediakan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang tertentu. Selain itu koperasi juga ikut membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi.

Nah, demikian penjelasan mendalam terkait jenis-jenis koperasi. Semoga dengan adanya artikel ini, masyarakat semakin memahami peran koperasi bagi perekonomian di Indonesia. Sehingga, pemaknaan bisa tumbuh dengan selaras. Masyarakat mampu hidup dengan sejahtera atas dasar pemahaman terkait kopersi yang baik. Semoga bermanfaat!

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here