Letak Astronomis Indonesia Beserta Pengaruh & Keuntungan

34
Hutan Hujan Sumatera (wacana.co)

LETAK ASTRONOMIS INDONESIA – Indonesia berada pada garis astronomis yang memilik banyak keuntungan. Letak ini diamati berdasarkan garis lintang dan garis bujur secara astronomis. Sehingga negara Indonesia memiliki posisi dengan koordinat astronomis tertentu sehubungan dengan wilayahnya.


Posisi koordinat ini menjadi nilai absolut dan tetap untuk seluruh wilayah negara Indonesia. Pengetahuan akan letak astronomis Indonesia akan sangat memudahkan kita untuk mengingat secara pasti dan akurat posisinya. Letak astronomis sendiri dibuat dengan cara membagi keliling bumi ke dalam garis bujur yang membujur dari timur hingga barat dengan total seluruhnya 360 derajat. Terdapat juga garis lintang yang membagi kutub selatan dan utara bumi dengan garis yang melintang dari utara hingga selatan dengan total seluruhnya 180 derajat.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini!

Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis terkadang juga disebut sebagai letak matematis karena menggunakan koordinat garis lintang dan bujur untuk mengetahui posisi suatu wilayah. Untuk melihatnya, caranya cukup mudah, peyaitu dengan melihat globe (bola dunia) atau peta dunia. Dalam globe umumnya terdapat garis lintang dan garis bujur semua lokasi yang tergambar secara lengkap.

Berdasarkan globe , kita akan melihat bahwa letak astronomis Indonesia berada pada koordinat 95 derajat Bujur Timur hingga 141 derajat Bujur Timur, dan juga antara 6 derajat Lintang Utara sampai dengan 11 derajat Lintang Selatan. Penulisan letak astronomis Indonesia juga bisa disingkat menjadi 6 derajat LU – 11 derajat LS dan 95 derajat BT – 141 derajat BT. Di mana letak tersebut membawa pengaruh dan keuntungan tersendiri bagi bangsa yang besar ini.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Letak Astronomis Indonesia (google.com)

Letak astronomis pada Indonesia membuatnya tergolong sebagai negara yang beriklim tropis atau panas. Sebagai akibatnya, berikut beberapa pengaruh dari letak Indonesia secara astronomi:

  1. Temperatur Indonesia yang Cenderung Tinggi

Indonesia memiliki temperatur rata-rata yang tergolong tinggi, yakni 28°C. Temperatur yang paling tinggi dapat mencapai 34°C yang terjadi saat pukul 15.00. Suhu udara paling rendah kurang lebih 23°C yang terjadi saat pukul 06.00. Suhu udara di satu daerah tidaklah serupa dengan daerah yang lain. Contohnya Bogor dan Puncak memiliki suhu udara yang lebih dingin dibandingkan dengan suhu udara di Jakarta. Hal tersebut dapat terjadi akibat letak Bogor dan Puncak yang lebih tinggi daripada Jakarta. Makin tinggi letak suatu tempat, semakin rendah atau dingin udaranya. Sebaliknya, semakin rendah suatu tempat, suhunya semakin panas.

Tempat-tempat yang memiliki ketinggian lebih dari 4.200 meter di atas permukaan air laut, sebagian besar permukaannya tertutupi salju. Sebagai contoh adalah daerah puncak Pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua Barat yang selalu ditutupi oleh salju.

  1. Curah Hujan Tinggi

Selain bertemperatur tinggi, Indonesia juga memiliki curah hujan yang tinggi. Curah hujan adalah jumlah volume air hujan yang jatuh di suatu tempat di saat tertentu. Curah hujan di negara Indonesia biasanya termasuk dalam kategori yang tinggi. Daerah-daerah yang memiliki curah hujan tinggi, antara lain adalah Geumpang, Sibolga, Indarung, Bogor, Ciater, Wonosobo, dan Putussibau. Terdapat juga tempat yang mempunyai tingkat curah hujan yang rendah, seperti Palu, kota Lombok di pesisir timur Pulau Lombok, dan Waingapu.

  1. Terjadinya Hujan Zenithal atau Equator

Suhu udara yang sangat tinggi mengakibatkan terjadinya hujan zenithal atau yang dikenal dengan sebutan hujan equator. Hujan zenithal atau equator adalah hujan yang muncul dikarenakan udara yang naik karena adanya temperatur yang tinggi. Hujan jenis ini biasanya terjadi di daerah tropis antara 23,5 derajat LU-23,5 derajat LS.

Hujan ini terkadang disebut sebagai hujan naik tropis. Arus konveksi membuat uap air di ekuator naik secara vertikal karena adanya pemanasan air laut yang terjadi secara terus menerus. Kemudian terjadilah kondensasi atau turunnya hujan. Hal itu yang membuat hujan zenit terkadang juga disebut sebagai hujan equator.

Nama hujan zenithal diberikan karena hujan jenis ini akan terjadi pada saat matahari melewati zenith area itu. Semua area di wilayah tropis kira-kira mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.

  1. Pelapukan Batu Tergolong Cepat

Setelah itu, letak tersebut membuat pelapukan batu di Indonesia tergolong cepat. Proses pelapukan bebatuan di Indonesia termasuk dalam kategori yang sangat cepat.

  1. Melimpahnya Keanekaragaman Hayati

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang begitu melimpah dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya. Hal ini karena hutan-hutan di Indonesia sangatlah subur sehingga mampu menyediakan makanan untuk beraneka ragam makhluk yang hidup didalamnya.

Di tambah lagi dengan luasnya wilayah perairan bangsa ini yang menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

  1. Masyarakat yang Khas

Proses adaptasi masyarakat dengan iklim tropis memunculkan gejala sosial yang terlalu khas. Salah satu contoh ciri khas masyarakat yang hidup pada iklim tropis adalah kebanyakan masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai petani dan peternak. Semua ini disebabkan karena kita memiliki iklim yang mendukung untuk menanam berbagai macam tanaman dan memelihara berbagai macam hewan ternak.

  1. 3 Zona Waktu

Pengaruh letak astronomis Indonesia yang ketujuh adalah terbaginya wilayah Indonesia ke dalam 3 zona waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WIT) dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

Pembagian zona waktu di Indonesia ini memiliki kekuatan hukum sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 41 tahun 1987, dan sejak 01 Januari 1988 pembagian  zona waktu di Indonesia telah diatur sebagai berikut:

  1. Waktu Indonesia Barat (WIB) meliputi lokasi Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, dan kalimantan Tengah. Waktu didaerah berikut mempunyai perbedaan 7 jam (lebih awal) bersama Greenwich Mean Time (GMT).
  2. Waktu Indosesia Tengah (WITA) meliputi lokasi Kalimanatan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Timor Timur (sudah desintegrasi), dan Sulawesi. Waktu didaerah berikut mempunyai perbedaan 8 jam (lebih awal) bersama Greenwich Mean Time (GMT).
  3. Waktu Indosesia Timur (WIT) meliputi lokasi Maluku dan Irian Jaya (sekarang udah berubah nama jadi Papua). Waktu didaerah berikut mempunyai perbedaan 9 jam (lebih awal) bersama Greenwich Mean Time (GMT).

Berdasarkan hal itu, bisa kita tarik kesimpulan bahwa perbedaan waktu antara WIB dan WITA adalah 1 jam, WITA dan WIT adalah 1 jam, dan WIB dan WIT adalah 2 jam.

Keuntungan Letak Astronomis Indonesia

Hutan Hujan Tropis (aktual.com)

Telah disebutkan di awal artikel, bahwa letak astronomis Indonesia ini memiliki keuntungan tersendiri. Berbagai manfaat yang bisa diperoleh Indonesia atas letak astronomis tersebut. Berikut penjelasannya:

Flora dan Fauna yang Beranekaragam

Keuntungan berada di Indonesia dengan letak astronomis yang strategis ialah membuat Indonesia menjadi daerah atau habitat yang memiliki banyak sekali binatang ataupun tumbuhan. Maka dari itu, Indonesia tergolong negara yang mempunyai keragaman flora dan fauna yang melimpah. Iklim tropis juga menjadi daerah yang paling nyaman bagi binatang untuk menetap dan bertahan hidup.

Tidak Memiliki Iklim Musim Dingin

Kadang kala, musim dingin di beberapa negara lain akan berdampak buruk. Banyak kerusakan terjadi, bahkan pada musim ini masyarakat harus memiliki persediaan yang banyak. Di Indonesia hanya terdapat 2 musim, yaitu musim hujan dan kemarau.

Memiliki Suhu yang Relatif Hangat

Berada di dekat dengan garis khatulistiwa, Indonesia mempunyai temperatur yang cenderung hangat hingga panas. Namun, walaupun demikian Indonesia mempunyai hutan hujan tropis yang lebat sehingga hawa panas tak akan terlalu terasa.

Memiliki Curah Hujan Tinggi

Dengan tingkat curah hujan yang tinggi, hampir seluruh tumbuhan yang ada dapat ditanam di Indonesia. Ditambah lagi Indonesia mempunyai banyak vulkanik yang mana hasil dari letusan gunung.  Hal yang demikian di masa lampu cakap menyuburkan seluruh tanah yang ada.

Terdapat Banyak Hutan Tropis

Indonesia memiliki banyak sekali hutan hujan tropis dikarenakan iklim. Hutan yang ada di Indonesia bahkan disebut sebagai jantung dunia. Sebab hutan menyuplai gas O2 ke bumi. Hal ini yang membuat hutan di Indonesia menjadi hutan torpis kedua terbesar setelah hutan Amazon.

Menjadi Tempat Wisata Bagi Turis Mancanegara

Bagi mereka yang berada di negara subtropis, Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata tropis yang mengasyikkan. Turis dari mancanegara akan senang berkunjung ke Indonesia sebab memiliki banyak keindahan alam tropis. Contohnya saja Pulau Bali, pulau ini telah menjadi populer di kalangan turis mancanegara.

Demikian artikel terkait letak astronomis Indonesia beserta keuntungannya. Semoga bermanfaat!


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here