Manfaat Lapisan Atmosfer Beserta Penjelasannya

28

Manfaat Lapisan Atmosfer Beserta Penjelasannya


Bumi termasuk kedalam planet atau bintang yang memiliki ukuran sangat kecil jika dibandingkan dengan benda-benda langit yang lainnya. Sedangkan terdapat sangat banyak sekali benda-benda langit lainnya, dengan ukuran dan sifat yang berbeda-beda.

Beberapa benda langit tersebut bergerak dengan orbit, yang kadangkala bersinggungan atau berpotongan dengan orbit benda langit lainnya. Sehingga potensi kehancuran bumi ada disini. Bumi membutuhkan pelindung, disinilah fungsinya atmosfer, dimana ia sebagai pelindung bumi dari berbagai macam benda dari luar angkasa yang jatuh ke bumi, sebagai pelindung bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang tentu saja sangat membahayakan mahluk bumi, sebagai media cuaca yang dapat mempengaruhi angina, salju, hujan, awan, badai, topan dan lain sebagainya.

Lalu, apa pengertian atmosfer yang sebenarnya. Atmosfer berasal dari bahasa Yunani yang artinya atmos dan shaira, atmos adalah uap dan shaira adalah bulatan. Secara bahasa atmosfer dapat diartikan sebagai lapisan gas yang menyelimuti bulatan bumi.

Jika menurut istilahnya, atmosfer merupakan selimut gas yang membungkus suatu planet, khusunya planet bumi. Atmosfer yang melindungi planet semua berbeda-beda. Planet bumi memiliki atmosfer dengan ketebalan sekitar 1000 KM dari permukaan bumi. Didalam atmosfer tersebut terdapat beberapa gas antara lain: Nitrogen (78%), oksigen (21%), argon (0,9%), karbondioksida (0,03), krypton, neon, xenon, hydrogen, kalium, ozon dau uap air.

Manfaat Lapisan Atmosfer

Informazone.com
  1. Mempertahankan Kehidupan di Bumi

Bumi sangat membutuhkan atmosfer untuk mempertahankan bumi dan seluruh isinya. Manfaat atmosfer yang pertama adalah mempertahankan dan melindungi segala bentuk kehidupan dibumi kita.

Komposisi atmosfer dapat berubah, yang itu dipengaruhi oleh aktivitas mahluk hidup dibumi dan juga geologi dan geokimia yang terjadi dipermukaan bumi.

  1. Mengendalikan Cahaya Matahari yang Masuk ke Bumi

Bumi menerima banyak energi yang berasal dari radiasi elektromagnetik matahari. Tidak semua energi dari matahari diserap oleh atmosfer dan ditransmisikan ke bumi. Ada juga energi yang di hamburkan kembali ke ruang angkasa dan ada juga yang ditransmisikan melalui atmosfer untuk diserap atau dipantulkan oleh permukaan bumi.

Energi matahari yang dipantulkan permukaan bumi akan diserap, dihamburkan, dipantulkan, atau ditranmisikan oleh atmosfer tersebut. Energi matahari yang masuk ke bumi akan berubah bentuk menjadi berbagai energi. Di dalam atmosfer terdapat beberapa bentuk energi, seperti energi panas dari molekul gas, energi kinetik dari angin, panas laten dari penguapan yang tersimpan di dalam uap air.

  1. Mempertahankan Keseimbangan Energi di Dalam Bumi

Keseimbangan energi secara horizontal dan vertikal dihasilkan oleh ketidaksamaan panas yang ada di permukaan bumi menciptakan pergerakan udara di dalam atmosfer dan air di lautan.

Pertukaran energi ini terjadi didalam lapisan atmosfer. Contohnya siklus perpindahan air, penyebab air hujan. Dalam siklus tersebut terjadi perpindahan energi dalam bentuk air hujan. Pertama-tama saat suhu di permukaan laut naik (panas) maka air akan menguap dan berubah menjadi awan. Awan yang mengandung uap air tadi akan bergerak dan melepaskan air hujan di permukaan bumi.

  1. Berdampak pada Perubahan Cuaca

Atmosfer juga berguna untuk mengatur dan menjaga kondisi bumi, dengan cara mengendalikan cuaca dan iklim di bumi. Siklus pergerakan air ini sangat berpengaruh terhadap cuaca dan iklim yang berlangsung di atmosfer bumi.

5. El Nino dan La Nina

Hasil interaksi atmosfer tersebut juga memberikan timbal balik yang bisa menyebabkan terjadinya efek jangka pendek seperti El Nino dan La Nina. El Nino merupakan fenomena alam yang terjadi karena suhu permukaan air laut naik, tepatnya di Samudra Pasifik.

Lapisan-lapisan Atmosfer

Tugassekolah.com

Disiplin ilmu yang mempelajari atmosfer, dibagi menjadi 2 ranah keilmuan yakni meteorologi dan aeronomi. Metereologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer regional bawah. Mulai dari permukaan bumi hingga ketinggian kira-kira 50 km. Sedangkan aeronomi, tingkatannya lebih tinggi ia mempelajari atmosfer pada ketinggian lebih dari 50 km.

Sedangkan, pembagian lapisan atmosfer dapat juga dilihat dengan mengamati sifat keteraturan, temperatur, dan juga tekanan. Berdasarkan hal ini, atmosfer dibagi menjadi 4 bagian utama yaitu tropesfer, stratosfer, mesofer, dan termosfer. Mari kita bahas satu persatu.

  1. Troposfer, Ketinggian 0-11 km
Namapedia.com

Lapisan paling bawah pada atmosfer adalah Lapisan troposfer. Dimana lapisan ini terbentang dari permukaan bumi hingga mencapai ketinggian 8 KM pada daerah kutub dan juga 18 KM dari daerah garis khatulistiwa. Lapisan ini sangat berpengaruh pada kehidupan mahluk hidup dibumi karena memang dari segi letaknya saja sangat dekat dengan bumi.

Apa fungsi dari lapisan ini? Lapisan yang paling dekat dengan permukaan bumi ini berfungsi untuk menjadi penyeimbang panas permukaan bumi. Dimana pada lapisan ini terkandung uap air dan karbondioksida. Lapisan ini adalah sebab perubahan cuaca dan iklim dibumi.

Sedangkan lapisan troposfer sendiri, masih dibagi menjadi 4 bagian yakni :

A.Lapisan udara dasar

Lapisan ini memiliki ketebalan kurang lebih 1-2 meter diatas permukaan bumi. Lapisan ini mempengaruhi aspek perubahan dan keadaan udara dibumi, yang itu tentu saja akan mempengaruhi tanaman dan juga tanah.

B. Lapisan udara bawah

Lapisan ini memiliki ketebalan kurang lebih 1-2 KM. fungsinya adalah tempat terjadinya perubahan suhu udara dan penentuan iklim.

C. Lapisan udara adveksi

Lapisan ini kira-kira memiliki ketebalan sekitar 2-8 KM. Fungsinya adalah juga sebagai tempat perunahan suhu akibat hawa panas dan juga dingin  yang saling beradu

D. Lapisan Udara Tropopouse

Lapisan ini memiliki tebal kurang lebih sekitar 8-12KM dpl. Disini adalah transisi antara lapisan atmosfer dan lapisan stratofer. Pada lapisan ini terjadi kondensi dan jatuh kembali kebumi dalam bentuk hujan, salju maupun Kristal-krisntal es.

  1. Stratosfer, Ketinggian 11-50 km

Lapisan kedua yang akan kita bahas adalah stratosfer, lapisan ini berada diatas troposfer yang keberadaannya mencapai ketinggian kurang lebih 50-60 km. Lapisan ini penting, karena terkandung ozon didalamnya, sehingga nama lain dari lapisan ini adalah ozonosfer.

Asal tahu saja, lapisan ozon inilah yang berfungsi untuk menyaring sinar ultraviolet dari sinar matahari, sehingga hanya sebagian kecil saja yang mencapai permukaan bumi dan itu tidak lagi membahayakan bagi manusia. Sungguh maha besar tuhan.

  1. Mesosfer, Ketinggian 50-85 km

Lapisan ketiga yaitu mesosfer. Lapisan ini terletak pada ketinggian 50-75 KM dari lapisan stratosfer. Pada lapisan ini meteor, asteroid dan benda-benda asing dari luar angkasa terkikis dan terbakar saat bergesekan apabila jatuh kebumi, alhasil bumi kita aman.

  1. Termosfer atau Ionosfer, Ketinggian 85-500 km

Lapisan yang terakhir yakni lapisan termosfer atau bisa juga disebut ionosfer. Lapisan ini paling terjauh dari bumi kita, yakni sekitar 75-650 KM jauhnya dari permukaan bumi. Pada lapisan ini, gas-gas mengalami ionisasi oleh sinar matahari. Sehingga proses radiasi akan menimbulkan reaksi kimia yang akan mengakibatkan lapisan ionosfer bermuatan listrik.

Fungsinya sudah jelas, lapisan ini tempat terjadi ionisasi gas-gas oleh sinar matahari. Di mana molekul oksigen dan gas-gas lainnya akan terpecah menjadi oksigen atomic dan juga pecahan lainnya menimbulkan panas sehingga menjadikan terjadinya peningkatan suhu udara dibumi. Sedangkan partikel atau molekul yang terionisasi inilah yang nantinya akan mempengaruhi rambatan gelombang pada radio, setelah saat ini sudah ditemukan satelit sebagai sarana telekomunikasi.

Kita sudah membahas terkait pengertian, fungsi dan lapisan atmosfer. Semoga bermanfaat sebagai bahan pembelajaran dan juga untuk menambah wawasan. Sebuah fakta bahwa tanpa atmosfer manusia tidak akan mampu bertahan hidup di planet bumi ini.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here