Sejarah Tari Piring dari Sumatera Barat

37
Tari Piring dari Sumatera Barat (source: google.com)

TARI PIRING – Sumatera Barat tidak hanya menyuguhkan keindahan alamnya saja. Provinsi tersebut juga unggul dengan budaya tari-tarian. Tak heran jika Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah tujuan utama untuk berwisata di Indonesia.


Namun, agaknya seiring perkembangan zaman, budaya tari menjadi sesuatu yang kurang diminati. Maka dari itu, untuk melestarikannya kembali, kita harus mempelajari lagi budaya itu. Salah satunya yang akan kita bahas di artikel ini adalah Tari Piring yang berasal dari tanah Sumatera Barat.

Tari Piring merupakan salah satu kesenian Minangkabau yang masih banyak kita jumpai di Sumatera Barat. Dahulu kehadiran piring-piring bagi masyarakat Minangkabau merupakan suatu hal yang unik. Rasa penasaran dan keingintahuan masyarakat Minangkabau terhadap sebuah benda yang baru dilihatnya menjadikan sebuah inspirasi untuk dijadikan alat-alat atau properti lain tersebut selain digunakan untuk makan. Tari Piring pun termasuk salah satu warisan budaya yang sudah semestinya dijaga dan dilestarikan. Berikut sejarah tari piring dan penjelasan lebih mendalamnya.

Tari Piring

(source: thejambitimes.com)

Kita sering mendengar sesuatu yang khas dari Sumatera Barat ialah rumah gadang dan makanannya yang memiliki cita rasa nikmat. Namun ternyata tak hanya itu, Sumatera Barat juga terkenal akan Provinsi dengan tingkat kebudayaan yang begitu tinggi. Beberapa macam peninggalan budaya terdapat di Sumatera Barat, salah satunya yaitu Tari Piring.

Tari Piring ini merupakan tarian khas tanah Minangkabau yang sudah terkenal keindahan tarian dan keunikannya. Keunikan dari tarian inilah yang membuat para penonton berdecak kagum.

Dalam bahasa Minangkabau, Tari Piring disebut dengan Tari Piriang. Salah satu seni tarian tradisional dari Minangkabau ini, tepatnya berasal dari kota Solok, Provinsi Sumatera Barat. Seperti yang kita tahu, piring menjadi media utama yang digunakan dalam tari ini. Piring-piring tersebut diayunkan dengan gerakan yang cepat dan teratur tanpa terlepas dari cengkaraman tangan. Tari Piring di sini dijadikan sebuah simbol yang sarat  makna oleh masyarakat Minangkabau. Pada paduan tari dalam gerakan dasar tari piring terdapat langkah-langkah silat Minangkabau atau Siek.

Sejarah dan Asal-usul Tari Piring

(source: ibnudin.net)

Tari Piring masih banyak kita jumpai keeksistensiannya di Sumatera Barat. Pada zaman dahulu, masyarakat Minangkabau menganggap keberadaan piring ini sebagai suatu hal yang menarik. Rasa penasaran dan keingintahuan masyarakatnya menjadi sebuah sumber inspirasi sendiri untuk menjadikan piring sebagai media tari.

Keberadaan piring porselen yang didatangkan dari Cina ini dipilih sebagai properti yang terpenting dari tari piring karena desainnya yang indah dan memiliki nilai estetis yang tinggi. Pada tari ini, gerak-gerakan didesain berbentuk spiral. Hal ini bertujuan untuk memunculkan kesan estetis atas keseluruhan gerak yang sudah dihasilkan. Tak hanya itu, gerakan dipercantik dengan aksi-aksi akrobatik yang bisa menambah kesan estetis dalam gerakan tari piring. Aksi tersebut biasanya disebut dengan gerak mainjak baro yang berarti bahwa meletakkan 2 buah piring di telapak tangan dan mengayunkannya dengan cepat mengikuti tarian.

Ragam Gerak Tari Piring

(source: wonderluste.blogspot.co.id)

Salah satu keunikan Tari Piring dibandingkan tari-tari lainnya ialah terletak pada alasnya. Bagaimana tidak, ragam gerak tari piring ini dilaksanakan di atas tumpukan pecahan kaca yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Untuk lebih jelasnya, berikut ragam gerakan pada Tari Piring:

  1. Gerak Pasambahan

Gerak ini hanya dilakukan oleh penari pria. Maknanya untuk sembah syukur kepada Allah Subhanallah wa ta’ala dan juga permohonan maaf kepada para penonton yang menyaksikan tarian. Hal itu dilakukan supaya terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa merusak atau membuat tidak berjalan dengan baik pertunjukan tari piring tersebut.

  1. Gerak Singanjuo Lalai

Ciri khas dari gerak ini ialah dimainkan dengan gerakan yang lembut dan lemah gemulai. Tentunya, gerak ini dilakukan oleh seorang penari wanita dan memiliki arti suasana di pagi hari.

  1. Gerak Mencangkul

Gerakan ini menggambarkan para bapak tani yang sedang menggarap sawahnya.

  1. Gerak Menyiang

Gerakan ini merepresentasikan kegiatan para bapak tani dikala membersihkan sampah-sampah yang mengganggu tanah garapan.

  1. Gerak Membuang Sampah

Dari sebutannya, seperti yang melintas di kepala, gerakan ini memperlihatkan bagaimana para petani saat menyemai benih-benih padinya yang akan ditanam.

  1. Gerak Memagar

Gerakan ini melambangkan para petani saat memberikan pagar untuk pematang sawah supaya bisa terhindar dari binatang liar yang akan merusak apa yang ditanamnya.

  1. Gerak Menyemai

Gerakan ini memperlihatkan bagaimana para petani dalam menyemai benih padi yang hendak ditanamnya.

  1. Gerak Mencabut Benih

Gerakan ini menggambarkan cara para petani mencabut benih yang sudah ditanamnya di sawah.

  1. Gerak Bertanam

Bertanam pada gerakan ini melambangkan bagaimana kerja para petani dalam memindahkan benih yang sudah dicabut.

  1. Gerak Melepas Lelah

Gerak ini menunjukkan arti bahwa para petani beristirahat untuk melepas lelah sesudah melakukan pekerjaannya dalam mengolah sawah

  1. Gerak Mengantar Juadah

Gerakan mengantar juadah ini merupakan pekerjaan dalam mengantar makanan kepada para petani yang sudah lelah dalam menggarap sawah.

  1. Gerak Mengambil Padi

Gerakan ini dipertunjukkan oleh para penari wanita yang menggambarkan ketika mengambil padi yang sudah dipotong oleh para penari pria yang menggambarkan bapak petani.

  1. Gerak Menyambit Padi

Para penari pria memainkan gerakan ini dengan melambangkan bagaimana para petani yang sedang bekerja di sawah disaat menyambit padi.

  1. Gerak Manggampo Padi

Gerakan ini ingin menunjukkan bahwa bagaimana cara yang dikerjakan saat mengumpulkan padi dan dibawa untuk dipindahkan ke tempat yang lain.

  1. Gerak Menganginkan Padi

Gerakan ini menggambarkan padi yang sudah dikumpulkan guna dianginkan dan akan dipisahkan antar padi dan kulit padi yang sudah terkupas dari biji padinya.

  1. Gerak Mengikir Padi

Gerakan yang melambangakan bagaimana pekerjaan para petani  dalam mengumpulkan padi dan juga menjemurnya.

  1. Gerak Membawa Padi

Gerakan yang dikerjakan oleh para petani ketika membawa padi untuk dibawa ke tempat yang lain.

  1. Gerak Menumbuk Padi

Gerakan ini dilakukan untuk menumbuk padi yang sudah dijemur kering dan dilakukan oleh para pria. Sedangkan para wanita bagian mencurahkan padi.

  1. Gerak Gotong Royong

Gerakan yang dikerjakan dengan cara bersama-sama merupakan lambang akan sifat gotong royong

  1. Gerak Menampih Padi

Sebuah gerakan yang menggambarkan akan gerakan bagaimana kerja para petani saat menapih padi yang sudah menjadi beras

  1. Gerak Menginjak Pecahan Kaca

Penggabungan dari berbagai macam gerakan dan diakhiri oleh para penari yang melakukan aksi akrobatik berupa menginjak-injak pecahan kaca yang dilakukan dengan aktratif. Gerakan ini ditambahi dengan berbagai macam gerakan improvisasi penari.

Pencipta Tari Piring

(source: rumahsenifkunand.blogspot.co.id)

Beberapa orang mungkin sudah begitu akrab dengan jenis tarian ini. Namun, bagi segelintir orang mungkin ada yang belum tahu asal-usul dan pencipta dari Tarian Piring ini. Tarian piring ini diciptakan oleh seniman terkenal bernama Huriah Adam dari Minangkabau.

Huriah Adam sudah banyak menciptakan jenis-jenis gerakan tari yang indah. Tak cukup sampai di situ, ia juga terkenal tidak hanya di bumi Minangkabau. Tentu saja beliau sangat berdedikasi dalam perkembangan tari tradisional di Indonesia.

Sayangnya, Huriah meninggal dalam keadaan jasad atau mayatnya yang tidak ditemukan akibat kecelakaan pesawat. Tentu tragedi ini merupakan pukulan duka untuk Indonesia khususnya masyarakat Minangkabau karena telah kehilangan seorang seniman tari yang sangat berbakat.

Makna Tari Piring

(source: lagudaerah.xyz)

Properti utama dari tarian ini ialah tentu saja berupa dua buah piring yang digenggam dengan kedua telapak tangan. Gerakan tari dilakukan dengan begitu cepat seraya menggerakannya  mengayun ke depan dan belakang. Dua cincin dan dentingan piring adalah sebuah selingan bunyi pada saat jari penari diketukkan ke bagian bawah piring.

Tarian unik ini memiliki makna nilai transendental yang tergambarkan pada saat pelaksanaannya. Piring-piring yang disusun di atas memiliki makna atau sebagai simbol yang ditunjukkan ke arah Tuhan. Selain itu Tari Piring ini juga diartikan sebagai simbol rasa syukur.

Fungsi Tari Piring

(source: kotamanusia.wordpress.com)

Pada umumnya tarian dari Minangkabau ini ditampilkan saat upacara adat. Misalnya pada saat pengangkatan penghulu, khitanan, dan pesta pernikahan. Ada juga yang digelar pada saat upacara setelah masyarakat selesai memanen semua padi sebagai hasil buminya. Namun, upacara itu hanya dibuat oleh orang-orang yang mampu atau orang yang berhasil panen besar dengan baik.

Upacara Tari Piring ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat terhadap Allah subhanallahu wa ta’ala yang telah menganugerahkan rahmat dan rizki sehingga panen saat itu melimpah. Ada pula yang mempercayai mitos mengucapkan rasa syukurnya kepada dewi padi yang disebut dengan “Sanig Sri”

PagelaranTari Piring tidak hanya dipertontonkan pada upacara adat saja, melainkan juga ditampilkan untuk membuat meriah hari-hari besar lainnya. Biasanya acaranya berupa peringatan hari kemerdekaan Indonesia, festival, pameran, dan juga di pertunjukkan untuk menyambut tamu-tamu agung.

Kostum Tari Piring

(source: smp.budimuliadua.com)

Busana yang dipakai oleh para penari piring terbagi menjadi dua bagian, yaitu busana untuk pria dan untuk penari wanita.

  1. Busana Penari Pria
  • Baju gunting China atau busana rang mudo yang memiliki lengan lebar. kemudian kostum tersebut diberikan hiasan berupa missia (rende emas)
  • Saran galembong yang merupakan celana dengan ukuran besar yang di bagian terngahnya (pisak) memiliki warna sama dengan warna baju.
  • Sisamping dan cawek pinggang, yaitu seperti kain songket yang dililitkan pada pinggang dengan memiliki panjang selutut. Adapun cawek pinggang merupakan ikat pinggang yang dibuat dari bahan yang sama dengan bahan sesamping, namun bagian ujungnya diberi hiasan seperti rumbai-rumbai.
  • Destar atau deta ialah penutup kepala yang dibuat dari bahan dasar kain songket dengan bentuk segitiga yang diikatkan pada kepala.
  1. Busana Penari Wanita
  • Baju kurung yang terbuat dari kain satin dan beludru
  • Kain songket
  • Selendang songket yang digunakan untuk hiasan yang dipakai pada bagian kiri badan.
  • Tikuluak tanduk balapak, yakni penutup kepala khusus wanita Minangkabau yang terbuat dari bahan songket yang bentuknya menyerupai tanduk kerbau
  • Aksesoris seperti kalung rambai dan juga kalung gadang serta subang atau anting

Itulah penjelasan mendalam mengenai Tari Piring. Semoga dengan adanya artikel ini, kita dapat semakin ingin memaknainya dan kemudian memulai untuk mencintai serta melestarikannya. Mari cintai budaya Indonesia!


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here