Tata Cara I’tikaf di Masjid Beserta Keutamaan-Keutamaannya

29

Tata Cara I’tikaf di Masjid Beserta Keutamaan-Keutamaannya


Tata Cara I’tikaf

Sangat sering saya melihat orang-orang I’tikaf . terutama pada setiap 10 hari di akhir bulan Ramadhan. Hal tersebut, dilakukan orang-orang kemungkinan besar ya  karena dalam rangka untuk mengejar keutamaan malam Lailatul Qadar yang setara dengan ibadah selama 1000 tahun. Sebelum kita mempelajari lebih lanjut terkait dengan tata cara I’tikaf serta keutamaan-keutamaannya. Kita awali terlebih dahulu dengan definisi dari I’tikaf Itu sendiri.

langgananhadits.wordpress.com

Pengertian I’tikaf

I’tikaf (Itikaf, iktikaf, iqtikaf, Itiqaf, I’tiqaf), berasal dari bahasa arab “Akafa”. Yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam islam adalah berdiam diri didalam masjid, dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT semata dan bermuhasabah (Intropeksi) atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang beri’tikaf disebut mutakif.

I’tikaf disunnahkan untuk dikerjakan disetiap waktu dan diutamakan pada bulan suci ramadhan dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr.

Jenis-Jenis I’tikaf

I’tikaf yang disyariatkan ada 2 macam yakni : I’tikaf sunat dan juga wajib.

  1. I’tikaf sunnat merupakan I’tikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT. Misalnya I’tikaf 10 Hari terakhir pada saat bulan ramadhan.
  2. I’tikaf wajib adalah I’tikaf yang disebabkan karena Nazar (Janji) “Kalau Allah SWT menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan ber I’tikaf.

Tujuan I’tikaf

Adapun beberapa tujuan I’tikaf sendiri antara lain :

  1. Menghidupkan sunnah, sebagai kebiasaan yang sering dilakukan rasulullah SAW, untuk mencapai ketakwaan seorang hamba
  2. Salah Satu bentuk penghormatan kita dalam meramaikan bulan suci ramadhan yang penuh berkah dan rahmat Allah SWT.
  3. Membina rasa kesadaran imaniyah kepada Allah SWT serta tawadlu’ kepadaNya
  4. Menunggu saat-saat yang baik, untuk turunnya Lailatul Qadar yang nilainya, sama dengan beribadah seribu bulan, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam QS 97:3

Dasar Syariat Disunnahkannya I’tikaf di Masjid

aquila-style.com

Ada beberapa hadist dan ayat Al Qura’an yang menunjukkan dasar disyariatkannya melakukan ibadah i’tikaf. Para ulama juga bersepakat bahwa i’tikaf itu merupakan ibadah sunnah dan menjadi wajib jika seseorang telah memiliki nadzar untuk melaksanakan i’tikaf.

Pertama, dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 125, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”

Yang kedua, dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 187:

“Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beri’tikaf dalam masjid.”

Pada dua ayat suci Al Qur’an di atas terdapat isyarat bahwa i’tikaf harus dilakukan di dalam masjid dan larangan untuk mencampuri istri ketika sedang melakukan i’tikaf.

Ketiga, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. yang artinya:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian istri-istri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR. Bukhari no. 2044)

Ke-empat, hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. yang artinya:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Pada dua hadist diatas ditunjukkan keutamaan melakukan i’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam rangka meraih pahala malam Lailatul Qadar.

Jadi jangan lupa melakukan I’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, karena selain Allah SWT mencintai perbuatan itu, i’tikaf juga terkandung banyak sekali pahala.

Tata Cara I’tikaf

Tata cara I’tikaf  pun sangat sederhana. Semua orang khususnya anda pun, bisa melakukannya dengan mudah.

Adapun tata cara dari I’tikaf sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Niat sepenuhnya karena Allah SWT. Dengan mengucapkan “Aku berniat ber I’tikaf karena Allah Ta’ala
  2. Berdiam diri dimasjid dengan memperbanyak berdzikir, tafakkur, membaca do’a, bertasbih dan juga memperbanyak membaca Al-Qur’an
  3. Diutamakan memulai I’tikaf setelah shubuh, sebagaimana hadits Rasulullah SAW “ Dan Aisyah, ia berkata bahwasanya nabi SAW. Apabila hendak beritikaf beliau shalat shubuh kemudian masuk ke tempat I’tikaf (HR Bukhari Muslim)
  4. Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna dan disunnahkan memperbanyak membaca “Ya Allah sesungguhnya Engkau pemaaf, maka maafkanlah daku”.

Wanita Diperbolehkan Melakukan I’tikaf

slate.com

Mungkin anda yang seorang wanita, bertanya-tanya apakah boleh seorang wanita melakukan ibadah I’tikaf? Nah jawabannya;

Merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a yang telah saya bahas diatas  pada bab mengenai dalil disunnahkannya i’tikaf di masjid. Dikatakan bahwa istri-istri nabi melakukan i’tikaf setelah kepergian Rasulullah SAW. Hal ini mengisyaratkan bahwa wanita boleh melakukan i’tikaf di masjid seperti yang dicontohkan oleh istri-istri beliau.

Adapun tata cara i’tikaf di masjid bagi perempuan adalah sama seperti tata cara i’tikaf di masjid bagi laki-laki, hanya saja tidak boleh melakukan i’tikaf ketika sedang haid atau nifas.

Hal-hal yang Membatalkan I’tikaf

Setelah membahas hampir keseluruhan, saat ini kita pada sampai pada pembahasan apa saja hal-hal yang sekiranya akan membatalkan I’tikaf, berikut ini adalah hal-hal yang sekiranya akan membatalkan I’tikaf itu sendiri dan sebisa mungkin tidak dilakukan pada saat melakukan I’tikaf :

  1. Anda keluar dari masjid, padahal tanpa kepentingan mendesak dan tanpa alasan syar’i. Seperti main atau nongkrong di area masjid.
  2. Bercampur dengan istri, yakni melakukan hubungan suami istri. Adapun bercumbu menurut beberapa ulama bisa tidak membatalkan jika tanpa disertai nafsu. Jika hanya sekedar bertemu dan berbicara tidak membatalkan i’tikaf. Rasulullah pernah disisiri rambutnya oleh Aisyah ketika sedang i’tikaf.
  3. Seseorang diperbolehkan membatalkan i’tikaf jika ada keperluan yang sangat mendesak. Jika tidak ada kebutuhan yang mendesak sebaiknya meneruskan ibadahnya hingga tuntas.

Demikianlah artikel sederhana kami terkait dengan definisi I’tikaf, tata cara disertai keutamaan-keutamaanya. Semoga setelah membaca ini, akan menambah motivasi anda terkait dengan menjalankan ibadah sunnah I’tikaf di masjid-masjid dilingkungan anda. Selamat beribadah.

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here