Taufik Hidayat: Olahraga Indonesia Tidak Mungkin Berkembang

PESAT.id – Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat mengaku dibenci banyak orang. Saat menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier, Taufik menyatakan bahwa olah raga Indonesia tidak akan pernah maju siapapun menterinya.

Taufik mengaku hal tersebut dikarenakan adanya korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah mendarah daging.

“Saya bilang, mau menteri siapapun, kalau gak diganti (orang-orang yang bekerja di Kementerian) separonya, olahraga akan begitu terus, gak bakal bisa maju. Itu harus setengah gedung dibongkar, tikusnya banyak banget,” ujarnya.

Dia juga mencontohkan korupsi yang terjadi di Kemenpora saat menjabat sebagai Wakil Kepala Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 itu.

“Kenapa gak terlihat di KPK. Gak tahu deh, kan semua butuh bukti,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia juga mencontohkan masalah pada akomodasi atlet.

“Ada 500 atlet Pelatnas disewakan di hotel. Misalnya harga sewa per kamar Rp 500 ribu. Kalau kita masukin orang banyak ke hotel kan suka dapat diskon. Itu dikalikan sebulan. Berapa coba. Makanya mereka enak, jadi PNS di Jakarta, punya rumah punya mobil punya cicilan berapa. Ini yang gue rasain, gue lihat, cuma gak ada bukti, dengan omongan doang, siapa yang akan percaya,” lanjutnya.

Selain itu adanya birokrasi yang berbelit sementara atlit memiliki kebutuhan yang mendesak. Pendanaan untuk atlet lama untuk cair dan ketika turun, nilai sudah berbeda dari yang diajukan.

“Olahraga itu gak bisa ditunda tapi budgetnya susah padahal dananya ada prosesnya yang lama, gak pernah jadi prioritas. Begitu duit sampai, nilainya sudah beda (berkurang),” terangnya.

Peraih dua juara Asian Games tersebut mengungkapkan bahwa selain tidak menjadi prioritas, pemilihan orang yang mengendalikan Kemenpora juga bukan mereka yang memahami olahraga.

“Harusnya menteri olahraga dan kepemudaan itu dipisah. Jadi biar fokus ke olahraga dan prestasi. Kalau menterinya dari partai, dia akan condong ke Kepemudaan, butuh menghitung suara saat pemilu,” katanya.

Taufik juga menyoroti pemilihan duta olahraga Indonesia.

“Duta olahraga dipilih artis yang tahunya yoga, gak paham olahraga. Kalau ditanya plonga-plongo, kasihan artisnya,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here