Tim Medis Juga Turut Andil Menjaga Perform Real Madrid Rebut Gelar Juara

93

Di bawah asuhan pemain legendaris asal Perancis, Zenedine ZIdane, musim ini tim sepak bola Real Madrid begitu perkasa dengan berhasil menjuarai La Liga dan Liga Champions. Setelah merebut musim 2016/2017 dengan titel La Liga, tim berjuluk Los Blancos itu berhasil melanjutkannya dengan menjuarai Liga Champions.


Tidak hanya itu, kemenangan tersebut juga mempertahankan gelar Liga Champion yang mereka dapatkan tahun lalu dan membuat Madrid sebagai tim pertama yang berhasil mendapatkan gelar juara Liga Champion dalam dua musim berturut-turut.

Keberhasilan itu tak lepas dari performa gemilang Cristiano Ronaldo dan para rekan timnya. Hampir seluruh pemain justru menunjukkan performa puncak di akhir musim. Seperti Ronaldo, dia banyak dikritik lantaran baru bikin dua gol di fase grup Liga Champions, mengamuk hingga mencetak 10 gol di fase knock out.

Tidak hanya Ronaldo, Isco juga berhasil mencetak lima gol dan tiga assist di sembilan pertandingan terakhirnya. Belum lagi peran Alvaro Morata, Toni Kroos, hingga Keylor Navas yang tetap berada di level tertinggi sampai akhir musim.

Ini juga merupakan salah satu hasil kebijakan pelatih Zinedine Zidane dalam merotasi pemain serta peran tim medis juga yang mati-matian menjaga fisik pemain Madrid tetap prima. Hal itu diungkap Dokter Mikel Aramberri kepada RNE.

Aramberri menuturkan, tim medis Madrid yang berjumlah tiga dokter dan sembilan fisioterapis itu bekerja siang malam membantu pemain tetap prima atau mengobati mereka yang cedera.

“Hari-hari kami dimulai pukul 09.15, ketika semuanya bertemu dan meninjau setiap detail masing-masing pemain: mulai dari ketidaknyamanan, latihan yang telah dilakukan, beban kerja dan lain sebagainya,” ungkap Aramberri seperti dikutip Marca.

“Ini memungkinkan kami, bersama dengan staf pelatih, untuk memperbaiki tingkat latihan yang dibutuhkan masing-masing pemain jika ada yang dirasakan mengganggu,” sambungnya.

“Tentu hal yang paling penting tetap peraturan Zidane tentang beban kerja (para pemain), (meski) dokter dengan dukungan fisioterapis juga telah melakukan sesuatu,” tambahnya.

“Intinya adalah bahwa kita adalah tim dan kita selalu mencapai tujuan, dan yang paling penting adalah membiarkan para pemain beristirahat dan menikmati liburan.”

“Ketika mereka kembali, kami akan melakukan check up untuk memulai musim ini dengan 100 persen, tapi saat ini yang paling penting adalah beristirahat,” paparnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here